Netral English Netral Mandarin
11:59wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Prihatin atas Perbuatan Rachel Vennya, Wagub DKI: Selebgram Harusnya Jadi Contoh

Jumat, 15-Oktober-2021 05:30

Selebgram Rachel Vennya diketahui kabur dari karantina usai bepergian ke luar negeri.
Foto : Instagram Rachel Vennya
Selebgram Rachel Vennya diketahui kabur dari karantina usai bepergian ke luar negeri.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Selebgram Rachel Vennya diketahui kabur dari fasilitas karantina beberapa waktu lalu. Diketahui ia masuk karantina karena kembali dari bepergian ke luar negeri.

Banyak yang menyayangkan tindakan tak terpuji selebgram yang memiliki jutaan followers atau pengikut di Instagram itu. Wakil Gubernur DKI Jakarta A Riza Patria, salah satunya.

Riza berharap kasus ini dapat menjadi contoh perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan oleh masyarakat, termasuk orang terkenal dan memiliki banyak penggemar sekalipun.

"Tentu kami prihatin, kami harapkan dan meminta para selebgram bisa menjadi teladan bagi masyarakat," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/10/2021) malam.

Ia juga memperingatkan agar Rachel memperbaiki sikap dan dapat menjadi contoh yang baik bagi pengikutnya.

"Karena selebgram itu kan punya pengikut, followers yang banyak. Seharusnya jadi contoh bagi yang lain," tuturnya.

Tak hanya itu, Riza juga mendukung setiap langkah hukum yang diambil aparat dalam mengusut tuntas kasus ini.

Berkaca dari kasus Rachel Vennya, Riza mengingatkan masyarakat untuk dapat mematuhi prosedur penanganan COVID-19.

"Kami menunggu apa yang menjadi kebijakan, nanti dari Kodam (pengelola RSDC) sedang dicek, diusut kembali persis dan sebagainya. Mari semua kita laksanakan protokol kesehatan sebaiknya," ucapnya.

Seperti dikutip dari Antara, Rachel Vennya kabur dari karantina di RSDC Pademangan. Kasus ini menjadi sorotan publik dan polisi kini mulai mempelajari adanya dugaan pelanggaran pidana.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan saat ini pihaknya memang belum mengambil langkah hukum dalam penanganan kasus tersebut dan masih melakukan analisis dan berkoordinasi dengan satgas.

"Kami kan masih lihat dulu apakah perlu buat model laporan model A atau masih dalam kapasitas satgas yang menangani," kata Ade.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP