Netral English Netral Mandarin
15:40 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Produk Andalan BBRSPDI Kartini, Batik Ciprat Karya Penyandang Disabilitas

Kamis, 03-December-2020 09:55

Penyandang Disabilitas Sulistiani Sedang Membatik Ciprat
Foto : Kementerian Sosial
Penyandang Disabilitas Sulistiani Sedang Membatik Ciprat
75

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Diumumkan pertama kali pada 1992 oleh Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dirayakan pada tanggal 3 Desember setiap tahunnya. Namun, perayaan HDI tahun ini terbilang sedikit berbeda.

Bagaimana tidak, Kementerian Sosial (Kemensos) secara spesial meluncurkan Creative Disabilities Gallery, sebuah galeri virtual yang menampilkan hasil kreativitas karya penyandang disabilitas. Itu dilakukan dalam rangka merayakan Hari Disabilitas Internasional tahun 2020 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi COVID-19.

Diresmikan pada 18 November lalu oleh Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, Creative Disabilities Gallery diharapkan dapat menjadi sarana promosi produk disabilitas serta media edukasi bagi masyarakat guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia.



Salah satu hasil karya penyandang disabilitas yang dipamerkan di Creative Disabilities Gallery adalah batik ciprat.

Produk andalan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) “Kartini” Temanggung ini memang sudah tersohor keindahannya. Motif batik ciprat yang dipercikkan keatas kain telah menarik minat berbagai kalangan, tidak hanya nusantara tetapi juga mancanegara.

Dua pembatik sekaligus eks Penerima Manfaat (PM) Penyandang Disabilitas Intelektual di BBRSPDI “Kartini” Temanggung adalah Aditya Dwi Saputra (26 tahun) dan Sulistiani (25 tahun). Mereka sudah menekuni kerajinan batik selama 4-5 tahun berkat kelas keterampilan yang disediakan oleh balai.

“Saya tertarik membuat batik karena suka bermain dengan malam. Selain itu saya bisa berkreasi menciptakan berbagai macam cipratan batik,” kata Aditya, seperti dalam keterangan yang Netralnews terima, Kamis (3/12/2020).

Sementara itu, Sulistiani menyatakan bahwa ketertarikannya pada batik ciprat adalah modal keahlian yang akan menjadi bekalnya di hari tua nanti.

Selain membatik, dia juga bisa menjahit dan menyulam taplak meja. Perempuan yang akrab disapa Sulis ini mengaku selalu gembira selama bekerja menjadi pembatik.

"Saya senang karena mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat, memiliki banyak teman, dan bisa mengumpulkan uang untuk modal usaha beternak ayam petelur,” kata Sulistiani.

Senada dengan rekannya, Aditya merasa bangga karena mampu membagikan ilmu yang ia pelajari sebagai pembatik

“Saya sering diajak ke Sheltered Workshop Peduli (SWP) untuk mengisi materi sebagai pengajar batik. Selain itu saya juga senang karena mendapatkan uang untuk modal usaha kerajinan batik di kampung halaman,” ujar pria asal Gunung Kidul tersebut.

Tidak hanya kerajinan batik, BBRSPDI “Kartini” Temanggung juga menyediakan berbagai pelatihan keterampilan lainnya dalam terapi penghidupan, antara lain tata boga, kerajinan tangan, menjahit, peternakan, dan layanan kebersihan (cleaning service). PM Penyandang Disabilitas Intelektual diharapkan dapat berdaya guna melalui keterampilan yang dipelajari selama berada di balai.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Hndayani