Netral English Netral Mandarin
10:32wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Produsen Tinplate Optimalkan Penggunaan Capex untuk Antisipasi Dampak Pandemi

Jumat, 09-April-2021 14:10

Tinplate atau pelat timah adalah bahan yang bisa digunakan untuk membuat kaleng kemasan makanan.
Foto : inproveproject.eu
Tinplate atau pelat timah adalah bahan yang bisa digunakan untuk membuat kaleng kemasan makanan.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di tengah tekanan pandemi COVID-19, produsen pelat timah atau tinplate PT Pelat Timah Nusantara Tbk berupaya mempertahankan penguasaan pangsa pasar di atas 60% pada 2020. Untuk menjaga kinerja perseroan menerapkan berbagai strategi untuk menjaga kinerja tetap positif.

Sepanjang tahun lalu, realisasi volume penjualan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham NIKL ini berada di bawah target, yaitu 89,06%.

Hal ini terutama karena kondisi pasar yang tidak kondusif, khususnya dampak pandemi yang mengakibatkan pelemahan ekonomi dan mobilitas masyarakat, sehingga turut berpengaruh terhadap sejumlah segmen pasar tinplate, kata Presiden Direktur NIKL, Jetrinaldi dalam paparan publik, Kamis (9/4/2021).

Selain itu, realisasi produksi tahun lalu hanya 90,70?ri target karena kondisi pasar yang kurang kondusif. Untuk mengantisipasinya, perseroan memprioritaskan strategi di bidang produksi yang lebih fokus dalam melayani konsumen segmen susu dan makanan.

Dalam kondisi pasar yang berubah karena pandemi, perseroan tetap memprioritaskan penjualan pada segmen industri pangan dan mendukung pencapaian target laba yang ditetapkan.

Perseroan membukukan penurunan jumlah penjualan selama 2020 menjadi 144,73 juta dolar AS dibandingkan 163,08 juta dolar AS pada 2019. Laba brutonyo turun 7,17% akibat penurunan volume penjualan. Meski demikian, laba tahun berjalan perseroan naik tipis jadi 2,68 juta dolar AS.

Ia menambahkan, perseroan bisa mencapai laba dengan menjaga kegiatan operasional tetap inovatif dan adaptif dalam mengantisipasi pergerakan pasar di tengah pandemi.

Tahun ini, perseroan melakukan efisiensi dengan menekan biaya produksi, mendorong inovasi, dan mengoptimalkan penggunaan timah sebagai bahan baku tinplate.

Untuk mendukung efisiensi, anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini juga akan lebih selektif digunakan.

”Capex 2021 sudah mulai lebih ketat 2,9 juta dolar AS yang difokuskan pada efisiensi pemakaian timah yang menjadi biaya produksi terbesar kedua,” imbuhnya. 

Reporter :
Editor : Irawan HP