Netral English Netral Mandarin
21:17wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Prof Daniel Ungkap Covid-19 Senjata Pemerintah JKW untuk Lakukan Pemusnahan Massal, Ade: Ini Beneran Profesor? ITS?

Minggu, 27-Juni-2021 10:10

Prof Daniel Muhammad Rosyid  dan Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Prof Daniel Muhammad Rosyid dan Denny Siregar
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando mempertanyakan sosok Prof Daniel Muhammad Rosyid yang dianggap telah menyampaikan pernyataan kacau.

“Ini beneran Profesor? ITS? Kok bisa sih bilang Covid itu senjata pemerintah Indonesia utk melakukan pemusnahan massal? Mungkin karena udah tua, jadi cara berpikir sudah tidak lurus?” kata Ade Armando, Minggu 27 Juni 2021 sambil membagikan pernyataan Prf Daniel

Sebelumnya diberitakan, Prof Daniel Mohammad Rosyid  menyebut rezim sukses memanfaatkan Covid-19 sebagal 'weapon of mass deception' atau WMD '(senjata pembunuh massal)' untuk kepentingan politik.

"Rezim sukses  memanfaatkan pandemisasinya sebagai 'weapon of mass deception' '(senjata pembunuh massal)' untuk kepentingan politik yang bisa membahayakan Republik;' kata Guru Besar Institut Teknologi 10 November (ITS) Prof Daniel Mohammad Rosyid dalam artikel "Pandemisasi Covid-19: Born Demograf1?" seperti dilansir Suara Nasional.

Banyak netizen memberikan komentar.

@HeryIdris3: “Setelah Musni yg bergelar Prof dan Rektor, sekarang muncul lagi Prof dan Guru Besar yg punya pemahaman dan pola.pikir somplak. Pola pikir, pemahaman dan Gelar/jabatan kok berbanding terbalik 360 derajat.”

@Dodobasuki: “Berbanding terbalik itu 180⁰ saja. Kalau sudah 360⁰ itu sdh full circle atau kembali ke tempat semula.”

@yudha11_NKRI: “Bang beneran dia prof..? Kl model prof begini bgmn dengan anak didik dia? ...atau kl sdh terlalu tua atau emang pola pikir? Seperti nya kagak pantes menyandang prof cucoknya tukang nyinyir dia itu.”

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli