Netral English Netral Mandarin
17:10wib
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto. Kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter mulai berlaku di sejumlah minimarket pada Rabu.
Program Organisasi Penggerak BISUKMA: Akselerasi  Peningkatan Kualitas Pendidikan di Tapanuli Utara

Selasa, 30-November-2021 20:41

Bisukma menjalankan Program Organisasi Penggerak di SMPN 4 Siborong-borong.
Foto : Dok. Bisukma
Bisukma menjalankan Program Organisasi Penggerak di SMPN 4 Siborong-borong.
0

TARUTUNG, NETRALNEWS.COM - Program Organisasi Penggerak (POP) merupakan episode keempat dari terobosan kebijakan Program Merdeka Belajar yang digagas oleh Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim. 

Program Organisasi Penggerak adalah program pemberdayaan masyarakat secara massif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Program Organisasi Penggerak dirancang agar Kemendikbud-Ristek dapat belajar dari inovasi pembelajaran terbaik yang digerakkan oleh masyarakat. 

(Erikson Sianipar menyampaikan program literasi bagi para guru di SMPN 1 Tarutung, Dok Bisukma)

 

“Melalui Organisasi Penggerak akan mendorong terbentuknya Sekolah Penggerak serta Guru Penggerak yang nantinya menciptakan dan memberi terobosan serta dampak positif bagi kemajuan Pendidikan di Indonesia, baik dari cara belajar mengajar maupun sistem belajar dua arah antara guru dan siswa,” terang Pembina Yayasan Bisukma, Dr. Erikson Sianipar kepada Netralnews, Selasa (30/11/2021).

Sejumlah 156 organisasi yang dinyatakan lulus seleksi sedang menjalankan programnya di seluruh Indonesia. Program ini fokus kepada pengembangan literasi, numerasi, dan karakter di 34 provinsi.

“Yayasan Bisukma Bangun Bangsa, merupakan salah satu Organisasi Penggerak yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek dengan sasaran utama program di Kabupaten Tapanuli Utara dan sasaran alternatif Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba, dan Samosir,” tutur Erikson. 

(Erikson Sianipar saat bersama siswa SMPN 3 Pagaran, Dok Bisukma)

 

Lebih lanjut, Erikson mengatakan bahwa Yayasan Bisukma Bangun Bangsa saat ini sedang melaksanakan programnya di 20 sekolah sasaran yang tersebar di 15 (lima belas) kecamatan yang ada di Tapanuli Utara. 

Program yang dijalankan bertumpu pada Penguatan Literasi, Numerasi, dan Karakter. Pertanyaannya, mengapa ketiga tumpuan program yang dipilih?

Rilis Unesco  menyebut bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, hanya 1 (satu) orang dari 1.000 (seribu) orang yang gemar membaca. 

(Siswa SMPN 3 Pagaran antusias menyimak program literasi Bisukma, Dok Bisukma)

 

Sementara tingkat literasi Indonesia adalah ranking 62 pada penelitian 70 negara, sesuai survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assesment (PISA) yang dirilis OECD pada tahun 2019.

Mempertimbangkan kondisi tersebut di atas, pada program tahun pertama (2021), Yayasan Bisukma Bangun Bangsa menjalankan programnya dimulai dengan membangun kebiasaan (habit) menjalankan literasi di 20 (dua puluh) sekolah sasaran.

“Kegiatan utama yang dilakukan adalah pengkondisian lingkungan fisik sekolah guna menciptakan atmosfir lingkungan sekolah yang literat. Diselenggarakan juga pelatihan bagi para kepala sekolah dan guru agar memiliki pemahaman yang utuh tentang program literasi,” kata Erikson. 

(Program Organisasi Penggerak di SMPN 3 Pangaribuan, Dok Bisukma)

 

Selanjutnya, masih menurut Erikson, menjalankan kegiatan pendampingan agar terkondisi budaya membaca 15 menit setiap hari, memastikan sekolah memiliki program literasi, peserta didik mampu memahami teks dalam semua mata pelajaran, guru memiliki Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta guru mampu menyusun soal- soal berpikir tingkat tinggi (HOTS) seperti soal dalam Asesment Kompetensi Minimal (AKM).

Program ini juga mempraktikkan kolaborasi dengan semua pihak dan selalu berkordinasi serta meminta masukkan dari Dinas Pendikan Tapanuli Utara dan Komunitas Pendidikan (Pemerhati Pendidikan). 

(Program Organisasi Penggerak di SMPN 1 Tarutung, Dok Bisukma)

 

Yayasan Bisukma Bangun Bangsa juga akan mensosialisasikan kegiatan ini kepada orang tua siswa guna mendapat dukungan kelancaran pelaksanaan.

“Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia khususnya Kabupaten Tapanuli Utara," tandas Erikson Sianipar. 

Erikson Sianipar bersama dengan Dr. Sahat Simorangkir yang juga menjadi salah seorang Pembina Yayasan Bisukma Bangun Bangsa dan Narasumber Utama dalam Program Literasi ini, berharap budaya melek literasi tertanam kuat di Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi