Netral English Netral Mandarin
13:29wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Progres Pengusulan Gelar Kepahlawanan Nyaris Rampung, Jakarta Bakal Punya Jalan Ali Sadikin

Kamis, 24-Juni-2021 07:20

Mantan Gubernur DKI Ali Sadikin
Foto : Istimewa
Mantan Gubernur DKI Ali Sadikin
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemberian gelar kepahlawanan kepada mendiang mantan Gubernur DKI Ali Sadikin hanya tinggal mengumpulkan testimoni sebagai syarat administrasi untuk diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Artinya, pengabadian nama Ali Sadikin sebagai pengganti nama Jalan Kebon Sirih bakal terealisasi. Demikian dikatakan Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah, Rabu (23/6/2021) malam.

Dikatakan Amir, kelengkapan syarat administrasi pengusulan gelar kepahlawanan telah diatur dalam UU 20/2009 dan Permensos nomor 15 tahun 2012 serta nomor 13 tahun 2018.

"Kami akan terus melengkapi semua administrasi seperti yang diatur dalam undang-undang dan permensos," kata Amir.

Amir menjelaskan, setelah rampung pihaknya akan menyerahkan berkas administrasi tersebut kepada gubernur. Setelah diteliti tim gubernur dan lengkap, selanjutnya akan dikirim ke Kemensos.

"Gubernur akan membentuk tim peneliti dan pengkaji gelar daerah (TP2GD) tim ini yang nanti mempelajari berkas administratif usulan tersebut, selanjutnya tim gubernur menyerahkan kepada tim peneliti dan pengkaji gelar pemerintah (TP2GP) Kemensos, selesai diperiksa maka diserahkan kepada presiden, maka presiden akan mengumumkan," jelas Amir. 

Sebelumnya Amir Hamzah mengatakan, Mantan Gubernur DKI Jakarta, almarhum Ali Sadikin layak dianugrahi gelar pahlawan nasional. Sebab jasa Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, bukan hanya dinikmati masyarakat Jakarta, akan tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan. 

Amir Hamzah menyebut, pemikiran Ali Sadikin saat menjadi Gubernur DKI Jakarta selama dua periode 1966-1977 sangat cemerlang, sehingga menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi kota Jakarta. 

"Wajar kalau negara memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Ali Sadikin berkat jasa-jasanya. Beliau punya pemikiran dan konsep dalam tata kelola pemerintahan," kata Amir.

"Seperti Bappeda, badan perencana pembangunan daerah yang di adopsi pemerintah pusat bahkan hingga saat ini masih di pakai dalam salah satu sistem pemerintahan kita. Selain itu pembentukan TMII, gagasan lahirnya lokasi wisata itu dari beliau dan sekarang sudah memasional," sambungnya. 

Untuk diketahui, Letnan Jenderal KKO (Purn.) Ali Sadikin, lahir di Sumedang, 7 Juli 1927 – meninggal di Singapura, 20 Mei 2008 pada umur 80 tahun) adalah seorang letnan jenderal KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966.

Ali Sadikin, pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno.

Ali Sadikin dilantik secara langsung oleh Presiden Soekarno menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Kamis, 28 April 1966 pukul 10.00 di Istana Negara. Pelantikan Ali Sadikin tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1966. 

Di bawah kepemimpinannya Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikiran Bang Ali, seperti Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, kota satelit Pluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani