Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:06wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Protes KLB Demokrat Langgar Prokes tapi Dibiarkan, Musni: Mengapa Hanya HRS cs yang Dipenjara? 

Selasa, 09-Maret-2021 17:40

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar mempertanyakan pembiaran penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021) lalu, padahal kegiatan itu melanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. 

Menurut Musni, tidak adanya tindakan aparat membubarkan kerumunan di KLB itu mengindikasikan bahwa kegiatan tersebut dilindungi. 

"Kalau KLB tidak dibubarkan berarti dilindungi. KLB adalah kerumunan massa yang melanggar protokol kesehatan. Mengapa dibiarkan?" tulis Musni di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Selasa (9/3/2021). 

Musni lantas membandingkan pembiaran kerumunan di KLB itu dengan kasus kerumunan acara Habib Rizieq Shihab (HRS) yang berujung penahanan HRS cs. 

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta itu mengatakan, Indonesia adalah negara hukum yang harus menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran. Sehingga penegakkan hukum tidak boleh tebang pilih. 

"Ini negara hukum yang harus menjunjung tinggi keadilan & kebenaran. Mengapa hanya HRS, Shabri Lubis cs yang dipenjara," tegas Musni. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati