Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:59wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Di DKI Sukses, Tsamara Gembira: Alhamdulillah Berita Positif, Fokus Buktikan pada Warga Jakarta!  

Jumat, 05-Maret-2021 09:33

Tsamara Armany
Foto : PSI.id
Tsamara Armany
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PSI gembira karena PSI sukses di DKI Jakarta.

"Alhamdulillah berita positif dari Jakarta. Tapi bukan alasan untuk puas. Masih banyak tugas menanti. Fokus kerja & buktikan pada warga Jakarta!" katanya, Jumat (5/4/21).

Untuk diketahui, PDIP dan PSI bisa menjadi jawara di DKI Jakarta bila Pemilu dilakukan saat ini. Elektabilitas PDIP menempati urutan pertama sementara PSI berada di peringkat kedua dalam survei yang digelar Nusantara Strategic Network (NSN).

Pasalnya, Elektabilitas PDIP teratas mencapai 21,3 persen, disusul PSI 14,3 persen dan Golkar 9,8 persen.

"Jika digelar pemilu saat ini, diprediksi PDI Perjuangan (PDIP) dan PSI bakal menguasai DKI Jakarta, disusul Golkar," kata Direktur Program NSN Riandi dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.

Unggulnya PDIP, kata dia, tidak dapat dilepaskan dari faktor kemenangan dua periode di tingkat nasional, dan diprediksi akan tetap unggul pada 2024.

Sementara itu, Riandi mengatakan, gebrakan PSI sejak menduduki kursi di DPRD DKI Jakarta menyedot perhatian publik di Ibu Kota dan secara nasional.

Meskipun PSI tidak berhasil menembus parliamentary threshold (PT) di tingkat Senayan, tetapi di DPRD DKI Jakarta partai yang diidentikkan dengan anak-anak muda milenial itu berhasil merebut 8 kursi dan membentuk fraksi tersendiri.

"Dari awal masuk DPRD, para wakil rakyat dari PSI gencar mengawasi penggunaan anggaran oleh eksekutif, serta bersikap sangat kritis terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," ujar Riandi.

Sikap vokal PSI itu terbukti efektif mendulang elektabilitas.

Pada posisi berikutnya adalah PKS (8,5 persen), Gerindra (7,0 persen), Demokrat (5,5 persen), NasDem (4,3 persen), PAN (3,5 persen), PKB (2,8 persen), dan PPP (2,0 persen).

"Tingginya elektabilitas Demokrat berkorelasi dengan kenaikan secara nasional," tuturnya dinukil tempo.co.

Pada papan bawah, kejutan berikutnya muncul dari Partai Ummat yang menyodok dengan elektabilitas 1,3 persen. Disusul Perindo (1,0 persen), Berkarya (0,8 persen), Hanura (0,5 persen), dan Gelora (0,3 persen). Sisanya tidak mendapatkan suara dan tidak tahu/tidak jawab 16,8 persen.

Nusantara Strategic Network (NSN) melakukan survei pada 20-27 Februari 2021, secara tatap muka kepada 400 responden yang mewakili wilayah di DKI Jakarta.

Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±4,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Komposisi kursi yang saat ini ada di DPRD DKI adalah PDIP dengan 25 kursi, Gerindra 19 kursi, PKS sebanyak 16 kursi, PSI 8 kursi, PAN 9 kursi, NasDem 7 kursi, PKB 5 kursi, Golkar 6 kursi, dan PPP 1 kursi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto