Netral English Netral Mandarin
04:21wib
PB HMI pimpinan Abd. Muis mengajak kader HMI untuk aksi turun ke jalan mengkritik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Jumlah tes Covid-19 menurun sepekan terakhir. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan tes ditingkatkan hingga 400 ribu sehari.
Firli Blak-blakan Soal Harun Masiku, Netizen Geram Tak Segera Dicokok tapi KPK Malah Ribut Internal Terus

Senin, 31-Mei-2021 08:26

Ketua KPK Firli Bahuri
Foto : Istimewa
Ketua KPK Firli Bahuri
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet di sosial media geram dengan keberadaan Harun Masiku yang hingga kini tak juga dicokok oleh KPK sementara ribut-ribut internal KPK terus saja terjadi. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen malah mengomentari pernyataan Ketua KPK terkait Harun Masiku. Mereka berharap Firli agar KPK segera menangkapnya pasca polemik pemecatan 51 pegawai KPK.

MLT: “Jadi begini gaisss soal harun Masikucing2an.”

Kang Dian: “Semoga KPK lebih hebat lg tanpa NB dkk.”

Ridsyashi Bin Usman: “Padahal sudah terendus ada di Indonesia, tapi gak ditangkap. Orang awam biasanya akan berpikir bahwa karena HM adalah kader partai pemenang pemilu. Kalau orang bodoh akan berpikir, agar yg suka berdemo tetap punya topik untuk demo, makanya gak ditangkap dulu.”

Sutrisno Susilo: "Yg di rebutan bukan hasil kerja tapi konflik rumah tangga KPK. Negara menggaji Jutaan tpi kerja Nol."

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan lembaganya terus melakukan perburuan terhadap tersangka buron, Harun Masiku. 

Dia mengatakan, polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang terjadi saat ini tidak akan menghambat pencarian terhadap mantan politisi PDIP itu.

"Setiap perkara dikerjakan oleh tim yang bukan satu orang. Tim bekerja sesuai ketentuan dan prosedur," kata Firli Bahuri di Jakarta, Ahad (30/5).

Mantan deputi penindakan KPK ini mengatakan, KPK bekerja dengan sistem, mekanisme, dan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. 

Komisaris jenderal polisi ini menegaskan sukses lembaga antirasuah adalah kerja tim dan bukan hasil kerja individu.

"Dir sidik (direktorat) yang mengatur," kata Firli saat dikonfirmasi soal pengganti penyidik dari tim pemburu Harun Masiku.

Hal tersebut disampaikan Firli menyusul penyidik yang ditugaskan memburu tersangka buron, Harun Masiku, harus menyerahkan tugasnya lantaran tidak memenuhi syarat (TMS) dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). 

Dalam sebuah tayangan video di media sosial, penyidik tersebut mengungkapkan bahwa Harun Masiku terendus berada di Indonesia.

Seperti diketahui, Harun Masiku dimasukan ke dalam daftar buronan oleh KPK pada 17 Januari 2020 lalu. Namun hingga saat ini, KPK maupun aparat penegak hukum lain belum dapat menemukan keberadaannya.

Harun merupakan tersangka kasus suap paruh antar waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024. 

Status itu dia sandang bersamaan dengan tiga tersangka lain, yakni mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota bawaslu Agustiani Tio Fridelia dan pihak swasta Saeful.

Wahyu disebut-sebut telah menerima suap Rp 900 juta guna meloloskan caleg PDIP Harun Masiku sebagai anggota dewan menggantikan caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Sementara, TWK diikuti 1.351 pegawai KPK sukses menyingkirkan 75 pegawai berintegritas semisal penyidik senior, Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK yang juga penyidik Yudi Purnomo, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi KPK Giri Suprapdiono dan Kasatgas KPK Harun Al-Rasyid.

Pegiat anti korupsi menggelar aksi ruwatan rakyat untuk KPK di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lama, Jalan HR Rasuna Said Kavling C1, Jakarta, Jumat (28/5/2021). 

Dilansir Antara, ruwatan tersebut dilakukan sebagai simbol pengusiran energi jahat dari KPK pimpinan Firli Bahuri yang telah menonaktifkan 75 pegawai yang selama ini telah berjuang dalam memberantas korupsi. -

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati