Netral English Netral Mandarin
19:38 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
Puji JKW di Garda Depan lalu Sindir SBY, DS: Gimana Pak? Apa Tuhan Sudah Mulai Suka?

Rabu, 13-January-2021 17:07

Puji JKW Ada di Garda Depan lalu Sindir SBY, Denny sebut Gimana, Pak? Apa Tuhan Sudah Mulai Suka?
Foto : Istimewa
Puji JKW Ada di Garda Depan lalu Sindir SBY, Denny sebut Gimana, Pak? Apa Tuhan Sudah Mulai Suka?
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo telah menjalani vaksinasi Covid-19. Ia menjadi contoh pertama vaksinasi agar warga Indonesia tidak takut terhadap vaksinasi.

Menanggapi hal itu, Rabu (13/1/21) pegiat media sosial Denny Siregar membuat catatan khusus berjudul "Pemimpin Perang di Garis Depan."

"Dia gak sibuk konpers. Gak repot dengan retorika di media sosial. Langsung duduk, disuntik dan disiarkan ke seluruh negeri. Action speaks louder than words. Dia bertindak, bukan meracau," kata Denny memuji Jokowi.



"Itulah sejatinya pemimpin. Dia ada di depan, bukan main perintah dari belakang. Gak perduli dengan sindiran2 sinis banyak orang. Buat Jokowi, pemimpin yang baik adalah yang menginspirasi," lanjutnya.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

PEMIMPIN PERANG DI GARIS DEPAN

Percaya ngga, kalau situasi tetap seperti sekarang, masyarakat terus ketakutan, gak mau keluar rumah dan bekerja, Indonesia akan bangkrut di tahun 2021 ?

Pengangguran sudah bertambah 10 juta orang. Tiap hari ratusan usaha kecil tutup karena pengetatan. Usaha besar yang pekerjakan ribuan orang menunggu ambruk. Kas pemerintah udah mulai cekak, karena raturan triliun rupiah harus diedarkan untuk konsumsi bukan produksi.

Pendapatan negara anjlok ke level terbawah.

Karena itu pandemi ini dinyatakan sebagai perang. Dan perang butuh senjata, yaitu vaksin sebagai baju jirah. Ketika warga divaksin, maka kepercayaan dan keberanian kembali bekerja akan pulih. Ekonomi akan normal kembali. Orang2 bisa aktivitas kembali. Dan negara selamat dari kehancuran..

Dan sebagai Presiden, Panglima tertinggi, Jokowi memimpin paling depan. Memakai baju perang pertama dengan segala resikonya. Memompa semangat dengan bahasa, "Hei, rakyat Indonesia, bangkitlah. Jangan mau kalah dengan pandemi, kita perangi bersama ketakutan.."

Dia gak sibuk konpers. Gak repot dengan retorika di media sosial. Langsung duduk, disuntik dan disiarkan ke seluruh negeri. Action speaks louder than words. Dia bertindak, bukan meracau.

Itulah sejatinya pemimpin. Dia ada di depan, bukan main perintah dari belakang. Gak perduli dengan sindiran2 sinis banyak orang. Buat Jokowi, pemimpin yang baik adalah yang menginspirasi.

Kalau Panglima tertinggi sudah turun lapangan, saya yakin, ke depan negeri ini akan maju karena kita punya tauladan. Kita butuh orang yang menggerakkan, bukan penghianat yang sibuk tebar ketakutan. Karena negeri ini harus bergerak, kalau tidak hancur dalam kegelapan.

Ayo, pak Jokowi.. Pimpin kami dalam perang melawan pandemi ini. Saya nunggu giliran dipanggil, sambil seruput secangkir kopi. Saya siap jika negara dibutuhkan..

Kata arek Suroboyo, "Wani, thok !!" Kalau bukan kita yang berani, harus siapa lagi?

Semoga apa yang kita lakukan disampaikan pak SBY kepada Tuhan. Gimana, pak SBY? Apa Tuhan sudah mulai suka?Seruputtt...

Denny Siregar

SBY Sebut Tuhan Tidak Suka

Sebelumnya diberitakan, di balik harapan untuk bangsa Indonesia lebih baik, SBY menegaskan segala cita-cita yang ada dipemikiran kita tak serta merta datang begitu saja seperti sesuatu yang "datang dari langit". Dia percaya bahwa setiap peluang baik tak bakal datang dengan sendirinya.

Seperti halnya soal vaksin di tanah air, SBY berpendapat, adanya obat penawar COVID-19 ini belum tentu juga akan segera menghilangkan pandemi dan menumbuhkan perekonomian dalam negeri.

SBY mengingatkan agar kita tidak memiliki prinsip hidup seperti itu, lantaran setiap usaha pastinya harus dibarengi dengan ikhtiar.

Bahkan dia juga mengatakan Tuhan tidak suka dengan umatnya yang bermental demikian. Seharusnya, kata SBY, cara berpikir yang kita pupuk adalah dengan tidak bersikap manja dengan optomis dan terus berusaha kerja keras.

Dengan pemikiran seperti itu, SBY meyakini semua permasalahan bangsa yang nantinya ada di tahun 2021 ini bakal dengan mudah diatasi.

“Setelah itu ekonomi kita akan pulih kembali dan bahkan tumbuh meroket. Jangan bersikap dan berpikir begitu. Tuhan tidak suka,” tutur Presiden RI keenam ini.

“Mestinya sikap dan cara berpikir kita adalah ‘dengan semangat dan tekad yang baru, mari kita makin bersatu dan berikhtiar sekuat tenaga agar semua permasalahan bangsa di tahun 2021 ini dapat kita atasi’,” imbuhnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto