Netral English Netral Mandarin
21:56wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Pulihkan Ekonomi Dunia, ASEAN Sepakat Bikin Perjanjian Ini

Sabtu, 11-September-2021 02:00

Mendag Lutfi ikuti pertamuan dengan menteri ASEAN.
Foto : Humas Kemendag.
Mendag Lutfi ikuti pertamuan dengan menteri ASEAN.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersama Menteri Ekonomi Lainnya menghadiri pertemuan penting ASEAN Free Trade Area (AFTA) Council ke-35, ASEAN Investment Area (AIA) Council ke-24, ASEAN Business Advisory Council (ABAC), serta ASEAN Economic Minister (AEM) ke-53.

Mendag mendukung beberapa isu perdagangan barang, yaitu General Review ASEAN Trade in Goods Agreement (GR ATIGA) yang akan dimulai tahun 2022, Non Tariff Measures (NTMs) Panel, dan Essential List sebagai bentuk kepedulian penanganan COVID-19.

“Hal tersebut akan  meningkatkan ekspor Indonesia ke ASEAN serta bekerja sama memenuhi rantai pasok (supply chain) ekonomi global,” ujar Mendag, dalam siaran persnya, Jumat, (10/9/2021).

Mendag juga menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan nilai dan kebijakan fasilitasi investasi di ASEAN. “Meskipun di ASEAN kita saling berkompetisi dalam meningkatkan nilai investasi, namun ASEAN tetap harus bekerja sama dalam mendorong penciptaan iklim peraturan investasi yang lebih kondusif dan fasilitatif di kawasan,” tegasnya dalam Pertemuan AIA Council.

Sementara, pada sesi konsultasi Menteri Ekonomi ASEAN dengan ABAC, para Menteri mendukung sejumlah program dan rekomendasi yang sejalan dengan fokus di sektor kesehatan, penanganan hambatan nontarif, perdagangan digital, dan rantai pasok regional.

”Indonesia memandang penting meningkatkan partisipasi dan dukungan para pelaku usaha di ASEAN sebagai pihak yang memanfaatkan dari hasil kerja sama ekonomi di kawasan. Rekemendasi dan usulan prioritas dari mereka juga juga sangat perlu didukung seperti peningkatan fasilitasi Perdagangan, NTMs toolkit dan pengembangan kapasitas Tenaga Kerja di ASEAN,” tutur Mendag. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati