Netral English Netral Mandarin
05:56wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Rasakan Gempa saat Temani Rafathar Berenang, Ini yang Dilakukan Raffi Ahmad

Jumat, 14-January-2022 20:40

Raffi Ahmad.
Foto : Instagram Raffinagita1717
Raffi Ahmad.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presenter yang juga aktor, Raffi Ahmad sempat tidak yakin terjadi gempa. Saat peristiwa gempa yang berpusat di perairan Sumur, Provinsi Banten, Jumat (14/1/2022) sore, ia sedang menemani anak pertamanya, Rafathar, berenang.

Melalui Instagram Story, suami dari Nagita Slavina ini membagikan momen setelah dirinya merasakan guncangan gempa.

Dalam video yang dibagikan itu, Raffi Ahmad terlihat sedang menemani Rafathar berenang.

Dia sempat menanyakan kepada anaknya soal gempa yang dirasakannya.“Ampun jangan tembak papa, papa jangan ditembak. Tadi gempa ya? Aa (Rafathar) tadi ngerasain gempa enggak sayang,” tanya Raffi Ahmad.Rafathar menjawabnya dengan singkat. “Enggak,” jawab Rafathar.

Raffi juga sempat merekam anak keduanya, Rayyanza yang sedang tertidur pulas di gedongan pengasuhnya.

“Ini gempa tidur aja? Adek Rayyanza gempa pules,” ucapnya.

Terlihat dari rekaman video tersebut, orang-orang yang ada di kediaman Raffi Ahmad tampak tenang-tenang saja begitu menyadari telah terjadi gempa.

Rumah-rumah warga di Pandenglang roboh

Peristiwa gempa di Banten mengakibatkan sejumlah rumah yang tersebar di lima kecamatan roboh, salah satunya Kecamatan Sumur.Menurut keterangan yang disampaikan Bupati Pandeglang, Irna Narulita, setidaknya ada lima kecamatan terdampak kerusakan akibat gempa tersebut.

“Dapat laporan rumah-rumah warga di lima kecamatan roboh,” kata Irna, Jumat (14/1/2022).

Selain Kecamatan Sumur, empat kecamatan lainnya yaitu Cimangu, Cikeusik, Sindangresmi, dan Munjul.

Irna mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengetahui perkembangan kerusakan yang terjadi akibat gempa.

Dirinya juga sudah memerintahkan kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk langsung turun ke lapangan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Sementara, Ketua BPBD Pandeglang Girgi Jantoro mengatakan, bangunan yang rusak terdiri dari rumah dan sekolah.“Banyak laporan yang masuk ke kita masih didata. Ada rumah dan sekolah yang roboh atau rusak. Terbanyak di Kecamatan Sumur,” kata Girgi.

Reporter : Adi Subchan
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi