Netral English Netral Mandarin
04:29wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Rasis agar Papua Ricuh dan PON Gagal? FH: Kalau Saya Natalius Pigai, Saya Lebih Baik Harakiri dengan Panah Beracun

Sabtu, 02-Oktober-2021 08:05

Natalius Pigai
Foto : Istimewa
Natalius Pigai
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ferdinand Hutahaean menyentil keras terhadap Natalius Pigai yang dianggap menyampaikan pernyataan rasis. Ia bahkan menilai apa yang disampaikan Pigai bertujuan memprovokasi agar Papua ricuh dan PON gagal. 

“Saya berharap sahabat semua JANGAN ADA YANG MEMBALAS PERNYATAAN RASIS PIGAI dengan pernyataan rasis atau menyerang Papua. Karena mungkin sj Pigai berharap sprt itu spy Papua ricuh dan PON XX gagal serta isu Papua jd isu HAM Global. KECAM saja pernyataan Pigai dgn keras..!!” kata Ferdinand Hutahaean, Sabtu 2 Oktober 2021.

Ferdinand kemudian mengunggah video bagaimana Presiden Jokowi disambut di Papua. 

“Video ini jawaban telak dan MENAMPAR MULUT Natalius Pigai dengan narasi rasis dan provokatifnya terhadap orang Jawa Tengah khususnya Jokowi. Kalau saya Natalius Pigai, sy lbh baik hara kiri dgn panah beracun setelah melihat kecintaan rakyat ini pd JKW,” pungkasnya.

Sementara sebelumnya, Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai membantah dugaan bahwa dirinya menyampaikan pesan rasialisme kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pigai menyampaikan tidak bermaksud melakukan aksi rasialisme terhadap suku Jawa. Dia berkata hanya menyebut asal daerah dari Jokowi dan Ganjar.

"Kan tidak ada koma di situ. Kalau (saya sebut), 'Jawa tengah, Jokowi, dan Ganjar Pranowo', nah itu baru tiga hal variabel yang berbeda-beda. Dua adalah subjek ke individu, satu subjek pulau," kata Pigai seperti dinukil CNNIndonesia.com, Jumat (1/10).

Pigai mengatakan unggahan itu ia buat untuk mengkritik sistem politik Indonesia. Menurutnya, sistem yang ada saat ini menimbulkan ketimpangan kesempatan dalam berpolitik.

Dia menyebut selama ini kepala negara selalu berasal dari suku Jawa. Ia juga menyinggung 28 orang menteri Kabinet Indonesia Maju juga berasal dari Jawa.

Pigai menyebut ada orang-orang yang sengaja menggoreng isu rasialisme. Ia menegaskan tidak bermaksud menyampaikankalimat rasialisme yang membawa-bawa nama Jokowi dan Ganjar.

"Enggak ada. Namanya pendukung fanatik, boleh saja mengembangkan soal-soal begitu. (Tulisan) lebih kepada perubahan demokrasi yang sudah saya perjuangkan lama," ujarnya.

Sebelumnya, Pigai mengunggah video kunjungan Ganjar Pranowo ke Papua. Dalam video itu, Ganjar menyatakan santapan khas Papua enak.

Pigai membubuhkan tulisan agar tidak mempercayai Ganjar dan Jokowi. Pigai juga menyinggung soal pembunuhan rakyat Papua.

"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi, Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, setelah itu mereka bunuh rakyat papua, bahkan mereka injak2 harga diri bangsa Papua dengan kata2 rendahan Rasis, monyet dan sampah," tulis Pigai dalam akun Instagram @natalius_pigai, Jumat (1/10).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto