3
Netral English Netral Mandarin
05:22 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Rasisme Ambroncius Diproses Hukum, TZ Juga Singgung Kasus Prof Yusuf Henux dan Abu Janda

Selasa, 26-January-2021 14:21

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain menyoroti soal rasisme yang dilakukan Ambroncius Nababan kepada Natalius Pigai. Tengku Zul mengapresiasi Kerukunan Masyarakat Batak di Papua yang kompak meminta Ambroncius diproses hukum.

Namun salah satu tokoh oposisi itu juga menyinggung soal kasus Profesor Yusuf Henux dan Abu Janda. Tengku Zul malah menghubungkan kasus tersebut dengan mempertanyakan apakah kerukunan masyarakat NTT dan Jawa di Papua juga akan memproses kasus mereka?

“Kerukunan Masyarakat Batak Papua Minta Polisi Proses Hukum Ambroncius Nababan Soal Rasis Terhadap Nalatalius Pigai.

Apakah Masyarakat NTT akan minta  kasus Prof. Yusuf Henux, USU diproses?

Apakah Masyarakat Jawa Papua akan minta Abu Janda diproses juga?” tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Selasa (26/1/2021).

Sebelumnya, Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) di Papua mengutuk keras posting-an Ambroncius Nababan yang diduga rasis kepada Natalius Pigai. Ketua KMB Provinsi Papua Kenan Sipayung sangat menyayangkan tindakan Ambroncius Nababan.

KMB menyampaikan sikap, mengecam yang dilakukan Ambroncius. Hal itu disampaikan di kantor sekretariat KMB Provinsi di Jayapura, Senin (25/1/2021).

Ketua KMB Provinsi Papua Kenan Sipayung meminta kepada seluruh warga Batak yang ada di Papua untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

"Tindakan yang dilakukan Saudara Ambroncius Nababan adalah bersifat pribadi. Untuk itu, kita serahkan kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum. Mari kita berdoa agar seluruh masyarakat di Tanah Papua tetap bersatu padu. Mari kita saling menjaga dan tidak menambah panas situasi di lapangan sehingga kerukunan antarsuku di Papua tetap terjaga dengan selalu," ujarnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli