Netral English Netral Mandarin
06:25 wib
Indonesia menempatkan dua wakilnya di final Yonex Thailand Open 2021 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1) siang. Kedua wakil berasal dari sektor ganda putri dan ganda campuran. Sebanyak enam orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (16/1/2021), di sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, jadi daerah terdampak.
Rayakan FPI Bubar, Dewi: Ini Kebahagiaan Nyai dan Rakyat yang Sudah Muak...

Kamis, 31-December-2020 20:30

Dewi Tanjung, politikus PDIP
Foto : Warta Ekonomi
Dewi Tanjung, politikus PDIP
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung mengaku sangat bahagia mendengar keputusan pemerintah menetapkan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi terlarang.

Hal itu diungkapkan Dewi di akun Twitter-nya, Rabu (30/12/2020) malam. Ia juga mengunggah video saat dirinya menyanyikan lagu "Sweet Child O' Mine" dari Guns N' Roses.

Dewi mengatakan, lagu itu ia nyanyikan untuk merayakan kebahagiaannya karena FPI sudah dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.



"Guys, Nyai hari Ini lagi nongky sambil dengar musik dan berita baru ada  Pengumuman di TV kalau sudah di tetapkan ada ormas terlarang yang Namanya FPI," cuit @DTanjung15.

"Nyai sangat bahagiaaa sekali.Sekarang Nyai mau nyanyi Sweet Child O' Mine.. aaaahhhhhh," sambungnya.

Menurut Dewi, kebahagiaan yang sama juga dirasakan rakyat Indonesia yang selama ini muak dengan sepak terjang FPI dan Habib Rizieq Shihab (HRS) selaku pimpinan organisasi tersebut.

"Nyai lagi bahagia banget sedang merayakan kebahagiaan Nyai"Sweet Child O' Mine". Ini kebahagiaan Nyai dan seluruh rakyat Indonesia yang udah Muak dan Bosen Liat sepak Terjang FPI dan Rizik Sihab," tulis @DTanjung15.

Diketahui, Pemerintah telah membubarkan dan menetapkan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi terlarang pada Rabu (30/12/2020).

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 Pejabat Tertinggi Kementerian/Lembaga Negara yang ditandatangani oleh Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNPT.

Berdasarkan keputusan itu, Pemerintah melarang seluruh aktivitas dan penggunaan lambang atau atribut FPI di wilayah Indonesia. Aparat penegak hukum diminta bertindak jika masih ada kegiatan berbau FPI.

"Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI, karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam pada Rabu (30/12/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP