Netral English Netral Mandarin
00:09 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Refleksi Akhir Tahun, Fraksi PDIP DKI Tetap Fokus Menjadi Mitra Kritis Pemprov DKI

Rabu, 30-December-2020 20:40

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono
Foto : Istimewa
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pada tahun 2020 ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi seluruh warga DKI Jakarta karena Pandemi Wabah COVID-19 yang masih melanda dunia.

Di tengah kesulitan yang muncul, Fraksi fokus hadir di tengah masyarakat untuk mengurangi kesulitan yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya wong cilik.

"Hingga akhir tahun 2020 ini, kami 25 anggota DPRD PDI Perjuangan DKI Jakarta sudah turun ke sekitar 1.200 titik reses (serap aspirasi) untuk menyerap aspirasi langsung di masyarakat," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono saat Diskusi "Refleksi Akhir Tahun", Rabu (30/12/2020).



Fokus pada program serap aspirasi masyarakat merupakan strategi anggota legislatif PDIP untuk bisa mendengarkan permasalahan masyarakat secara langsung tanpa perlu ada sekat.

Selain itu, pada tahun ini fraksi juga fokus untuk memperjuangkan anggaran-anggaran yang berpihak dan berdampak langsung kepada masyarakat pada anggaran tahun 2021.

"Kami mendorong agar anggaran berfokus kepada penanggulangan banjir dan juga pemulihan pandemic Covid-19, karena dua hal ini yang paling bisa dimanfaatkan langsung oleh warga DKI Jakarta," ujar Gembong.

Selain fokus untuk hadir di masyarakat, Fraksi juga tetap menjadi mitra yang kritis kepada Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta terutama untuk mengawal janji-janji kampanye Pak Gubernur Anies Baswedan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 – 2022.

“Contoh mudahnya, target hunian itu selama lima tahun adalah menciptakan sebesar 232.214 hunian, namun nyatanya baru 780 hunian saja. Ini kan jauh sekali dan sudah pasti tidak akan mencapai target," tuturnya.

Selain itu, terkait program banjir juga merupakan hal yang selalu dikritik oleh fraksi. Karena selama tiga tahun ini nyaris tidak ada gebrakan yang maksimal dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan.

"Lupakan saja mengenai perdebatan normalisasi atau naturalisasi, yang penting itu dikerjakan. Ini kan selama tiga tahun tidak bikin program apa pun. Padahal tinggal menjalankan program dari Gubernur yang sebelumnya, saya jamin itu akan memberikan dampak yang signifikan pada penanggulan banjir di Jakarta. Ini malah fokus bikin vertical drainase yang sudah dikatakan oleh banyak pakar itu sebagai sesuatu hal yang tidak berguna," tutup Gembong.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli