Netral English Netral Mandarin
22:18wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Remotivi Soal Video Viral Polisi Raimas Backbone: Stasiun TV Beri Karpet Merah Pada Kekerasan

Senin, 18-Oktober-2021 20:40

Ilustrasi Televisi
Foto : Freepik
Ilustrasi Televisi
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Remotivi Roy Thaniago mengungkapkan kalau stasiun televisi swasta ikut memberikan karpet merah pada tindak kekerasan yang dilakukan polisi.

Apalagi, televisi membingkai kesewengan aparat dengan hal yang lumrah serta wajar. Menurutnya ada masalah pada stasiun tivi tersebut.

"Jika kamu melihat masalah pada tabiat polisi di video ini, harusnya kamu jg melihat masalah ada pada Trans7 yg dgn suportifnya membingkai kesewenangan² ini secara normal & positif. Bukan cuma memberikan karpet merah pada kekerasan, Trans7 hrs dilihat sebagai alat kekerasan itu sendiri," tulisnya seperti dilansir akun rrei twitternya, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Julius Ibrani mengungkapkan pendapat serupa.

Dia bertanya apakah ada pihak sudah berniat melaporkan stasiun televisi yang membuat tayangan tersebut. Lalu, dia menyindir kalau Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengurus hal-hal tak penting.

"Viral video Polisi menggeledah HP dgn cara yg MELANGGAR KUHAP. Udah ada yg mikir utk LAPORIN STASIUN TV sm PROGRAMnya, ke KPI blm? Oh iya KPI msh ngurus hal-hal gapenting yak.. wkwkwkwk," tulisnya.

Sebelumnya, polisi terus menjadi sorotan kali ini lewat aksi pemeriksaan handphone. Video viral Polisi Wilayah Jakarta Timur sedang berdebat dengan seorang warga. Di media sosial youtube Tim Raimas Backbone.

Diketahui, polisi yang akrab dikenal Mp Ambarita itu sedang terlihat marah berbicara dengan nada tinggi.

Di lini massa twitter videonya hingga 6.619 kali. Dan dikomentari hingga 1.619 dan mendapat 16000 lambang hati serta 1 juta tayangan.

Isi video dilaman tiktok itu, mempertanyakan privasi publik dibuka dengan paksa. Saat itu, Mp Ambarita memaksa serta menyita ponsel salah satu anak muda yang dirazia. Si anak muda lantas mempertanyakan tindakan polisi itu.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi