Netral English Netral Mandarin
04:50wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Renungkan! Narasi ‘Nasionalistik’ di Manapun Patut Dicurigai, Ulil: Tanah Air Saya adalah Tanah Air Keadilan

Sabtu, 29-Mei-2021 18:46

Ulil Abshar Abdalla
Foto : Twitter/Ulil Abshar Abdalla
Ulil Abshar Abdalla
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ulil Abshar Abdalla mengungkap kecenderungan tentang bagaimana narasi nasionalistk sering diproduksi oleh rezim yang berkuasa dalam melanggengkan kekuasaan atas nama menjaga persatuan. 

Oleh sebab itu, di manapun, narasi “nasionalistik” harus selalui dikritisi.

"Narasi ‘nasionalistik’ di manapun patut dicurigai. Sbb narasi ini sering diproduksi oleh status quo untuk melanggengkan ketidak-adilan atas nama ‘menjaga kesatuan,’" kata Ulil, Sabtu 29 Mei 2021.

“Saya cinta tanah air. Tetapi saya jg cinta keadilan. Tanah air saya adalah tanah air keadilan,” tegasnya.

Pernyataan Ulil mendapat respons banyak netizen. Berikut di antaranya:

@rahmadiheru88: “Apapun lah istilahnya, mas. Sy jg cinta Tanah Air kita ini. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Sy diparingi Gusti ALLAH, PANUTAN & TELADAN. Beliau berdua bukan siapa2. Bukan tokoh Bangsa ini. Bukan juga tokoh2 hebat Bangsa ini yg ada sekarang. #MaturSembahNuwunGUSTI."

@chandra_manan: “Pancasila, UUD45:   YES. Partai Nasionalis: NO!!  *Isinya sesak dgn status quo koruptor, maling, mafia, oligarki dst....”

@MulyadiMade: “Ya sudah mulai cari tanah Air keadilan anda itu. Tapi ingat selama belum ketemu tanah air keadilan itu, ingat bayar pajak bumi bangunan dan spt tahunan di tempatmu berpijak sekarang ini broo...”

@bisri2021: “Saya menggunakan: cintah tanah air BERKEADILAN...Indonesia yang berkeadilan.”

@AskoTex: “Terus suarakan keadilan,walau langit akan runtuh.”

@sriutami258: “Suka dg kembalinya kritisisme yg kembali merdeka dan berkeadilan dr mas Ulil.”

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati