Netral English Netral Mandarin
11:40wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Resah dengan Propaganda Sesat dari Film Ini, Eko Kuntadhi: Seorang Ibu Merasakan Apa yang Gue Rasakan, Syukurlah...

Senin, 21-Juni-2021 11:43

Eko Kuntadhi dan ilustrasi film Nussa
Foto : Kolase Benteng Sumbar
Eko Kuntadhi dan ilustrasi film Nussa
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menanggapi pernyataan netizen yang memberikan pendapatnya soal film animasi “Nussa” yang sering dinilai Eko Kuntadhi meresahkan karena memuat propaganda HTI. 

Pernyataan netizen tersebut membuat Eko Kuntadhi berbesar hati.

“… butuh keberanian besar buat bilang apa yang om bilang tentang nusa.. saya personal sudah ngerasa gitu dari satu setengah tahun yg lalu, semenjak nemenin anak  nonton ada episode yg  kurang sreg dihati and lalu tau siapa tokoh2 yg ada  dibelakang nya.. kebetulan  ada temen yg suaminya terlibat didalam  nya jd bisa tau siapa dibalik nusa.. angkat topi buat om,” kata netizen tersebut seperti dunggah Eko Kuntadhi, Senin 21 Juni 2021. 

"mungkin org2 lain belum sadar seberapa besar nanti nya efek ini ke anak2 mereka..sekali lg, you have my…" imbuhnya.

Adapun tanggapan Eko Kuntadhi:

“Seorang teman, ibu seorang anak, merasakan apa yang gue rasakan. Syukurlah, gue udah menyuarakan kegelisahannya...,”  kata Eko Kuntadhi.

Sementara sebelumnya diberitakan, film Nussa sebelumnya juga dinilai sebagai propaganda HTI oleh Denny Siregar. Namun, Budayawan Islam Tiar Anwar Bachtiar menilai, apa yang disampaikan Denny Siregar salah alamat lantaran mempermasalahkan film animasi 'Nusa dan Rara' karena tidak mengajarkan keberagaman. 

Tiar mengatakan, tema yang dibuat dalam animasi Nusa Rara jelas pendidikan agama Islam bagi anak-anak. Sehingga, animasi itu pasti akan memperlihatkan simbol-simbol Islam.

Sebelumnya Denny menuding film animasi garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko itu diintervensi oleh Ustaz Felix Siauw. Denny juga menuding, film tersebut sebagai film propaganda Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dia berdalih, film Nusa dan Rara tidak menunjukkan keberagaman. Menurut Denny, Islam ditampilkan dalam film tersebut dalam budaya Arab karena pakaian Nussa adalah gamis dan celana.

"Ya memang bukan itu tujuan dari animasi itu. Film animasi Nusa Rara isinya baik. Bahwa dia tidak mengajarkan keberagaman itu harus dilihat dulu itu animasi tema apa," kata Tiar kepada Republika.co.id, Selasa (12/6/2021).

Tiar menegaskan, tidak ada kesalahan sama sekali dari film Nusa dan Rara. Pasalnya, film atau animasi merupakan simbolisasi atau dunia simbol budaya, gagasan dan sebagainya. Karena itu, Nussa yang disimbolkan memakai pakaian gamis adalah suatu pesan bahwa Nusa dan Rara adalah seorang Muslim, dilihat dari simbolnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati