Netral English Netral Mandarin
02:58wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Residivis Ngaku Pejabat Satpol PP DKI, Tipu Calon Korban Puluhan Juta

Senin, 26-Juli-2021 23:00

Residivis Mengaku Pejabat Satpol PP DKI
Foto : Wahyu Praditya Purnomo
Residivis Mengaku Pejabat Satpol PP DKI
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan, pihaknya telah menangkap seorang bernama Yosi lantaran mengaku-ngaku sebagai pejabat di kesatuan yang ia pimpin.

Ironisnya, kata Arifin, tersangka tidak hanya menjadi petugas gadungan, namun juga melakukan penipuan terhadap sembilan orang warga.

"Motifnya yang bersangkutan merekrut warga untuk menjadi anggota Satpol PP DKI. Dia meminta uang hingga puluhan juta per orang," kata Arifin usai Apel di depan Balaikota DKI Jakarta, Senin (26/7/2021).

"Dia ngakunya Kepala Bagian Pengembangan, padahal di kita (Satpol PP) engga ada posisi itu," lanjutnya.

Arifin menjelaskan, Yosi menjalankan aksinya ditemani oleh tantenya yang berperan mencari korban yang akan direkrut menjadi petugas Satpol PP DKI Jakarta. kesembilan orang korban penipuan Yosi sempat menjalankan tugas sebagai Satpol PP bohongan selama 4 bulan.

"Sembilan orang ini sudah bekerja ada yang 3 sampai empat bulan. Penugasanya langsung dari yang bersangkutan, bahkan pengupahan pun diberikan yang bersangkutan melalui rekening milik pribadi," ungkapnya.

"Korban juga diduga pernah diperintahkan melakukan penindakan di lapangan. Mereka beroperasi menggunakan kendaraan pribadi, dan pernah disewakan mobil rental oleh pelaku. Ngakunya dikasih bonus buat rental mobil oleh Kasat," lanjutnya.

Mulanya, kata Arifin, salah satu keluarga korban penipuan mendatangi pihaknya dan mengadukan pekerjaan korban sebagai seorang Satpol PP namun dirasa ganjil karena tidak pernah berkantor dan menerima gaji dari rekening atas nama pribadi pelaku. 

Dari sana, lanjut Arifin, dilakukan pengembangan dengan mengumpulkan seluruh korban di satu tempat hingga akhirnya pelaku dapat di tangkap di kediamannya.

Rencananya, pelaku akan langsung diserahkan ke pihak kepolisian guna pemeriksaan lrbih lanjut. Pasalnya, diduga pelaku melakukan penipuan mengatas namakan berbagai instansi di lingkungan Pemprov DKI.

"Dari pengaduan keluarga korban, tidak lama kita lakukan pengembangan, sembilan orang korban dikumpulkan, lalu tadi pagi tim menyergap pelaki di rumahnya di daerah Bekasi," ungkapnya.

"Sore ini kita bawa langsung ke kepolisian," tegasnya.

Menurut pengakuan pelaku, tujuan melakukan penipuan hanya untuk mencari keuntungan semata. Ia menyebutkan bahwa masih ada korban lain yang dirinya tipu mengatas namakan pejabat di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Diketahui, pelaku merupakan residivis untuk kasus yang sama, yakni penipuan pada tahun 2011 mengaku sebagai anggota Brimob dan tahun 2017 ditahan lantaran menipu dengan mengaku pejabat protokoler Pemprov DKI Jakarta.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani