Netral English Netral Mandarin
07:59wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Responden Tak Setuju Pilkada Serentak Ditunda, Andi Arief: Jokowi Siapkan Karpet Merah buat Ahok

Selasa, 23-Februari-2021 11:15

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief.
Foto : Twitter @AndiArief_
Politisi Partai Demokrat, Andi Arief.
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menanggapi hasil survei beberapa lembaga survei terkait penundaan Pilkada Serentak 2022 dan 2013.

Dari hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI), menyebutkan, mayoritas responden yang diklaim mewakili publik tak setuju jika pilkada serentak 2022 dan 2023 ditunda.

Terkait hal tersebut, Andi Arief menyatakan, survei tersebut sedikit menjawab pertanyaan publik soal mengapa pilkada 2022 dan 2023 akan ditiadakan.

Menurutnya, Jokowi telah menyiapkan karpet merah untuk mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilpres 2024.

"Kalau melihat hasil survey @LSI_Lembaga yang direlease kemarin, pertanyaaan publik sedikit terjawab mengapa pilkada 2022 dan 2023 akan ditiadakan," kata Andi dalam akun Twitternya.

"Pak Jokowi persiapkan karpet merah buat Pak Ahok di Pilpres 2024. Kompetitor 2024 dari daerah hasil pilkada dipangkas," lanjutnya.

Diketahui Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei yang diadakan pada 1-3 Februari menyatakan, mayoritas responden menginginkan Pilkada 2022 dan 2023 tetap dihelat sesuai waktunya atau tak digeser ke tahun 2024. 

Survei itu menyebut lebih dari 50 persen responden menginginkan pilkada 2022 dan 2023 tetap digelar di tahun yang sama. 

"Sebanyak 54,8 persen publik memilih pemilihan gubernur, bupati atau wali kota dilaksanakan sebelum masa tugas mereka berakhir di tahun 2022," terang Burhanuddin.

Sementara itu, 31,5 persen responden ingin pilkada digelar pada 2024, sisanya menjawab 13,7 persen tak menjawab atau tak memilih. 

Dalam survei itu disebutkan pula, sebanyak 53,7 persen memilih pilkada digelar pada 2023 tanpa ditunda hingga 2024. Sementara 32,4 persen memilih pilkada dilaksanakan pada 2024. Sebanyak, 14 persen tak menjawab atau tak memilih.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP