Netral English Netral Mandarin
02:59wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Ribut PKI, Gatot Malah Kena Sentil Netizen: Coba kalau Bung Karno Tak Lengser, Freeport Pasti Tak Keruk Kekayaan Papua

Jumat, 01-Oktober-2021 07:45

Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
Foto : CNN Indonesia
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo prihatin karena sedikit patung untuk mengenang Soeharto, itu pun hilang dari museum. Ia kemudian bandingkan patung Soekarno yang sangat banyak.

Namun, pernyataannya justru mengundang kecaman sejumlah netizen. Jumat 1 Oktober 2021, FB Mak lambe Turah justru mengungkap kehebatan Soekarno. 

"Segala PATUNG jadi perkara. Lagian Bung Karno itu Proklamator yang disegani semua pemimpin di dunia, dulu dan sekarang. Coba kalau JF Kennedy tidak ditembak dan bung Karno tidak lengser, Freeport pasti tidak mengeruk kekayaan Papua. And after that...hee you know lahItu satu dari sekian perbedaan," cuit akun  MLT.

“Mengapa nama bung Karno itu masih harum hingga kini. Jangankan di Indonesia, diluar negeri banyak patung dan monumen beliau bertebaran. Lah itu di Madame Tussaud Hongkong ada patung lilin Bung Karno️, nama jalan Soekarno juga ada tuh di maroko kalo ga salah️. Bahkan di Rusia, seingat Mak ada masjid Soekarno. Gimana pak GN?” imbuhnya.

Seorang netizen bernama Mona Sijabat mikut berjkomentar: “Suharto emng penting gt yg membuat nusantara miskin gara2 korupsi.”

Untuk diketahui, Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengaku turut prihatin dengan musnahnya patung Soeharto yang ada di Markas Kostrad baru-baru ini.

Diketahui, Diorama G30S PKI di Museum Kostrad raib, yakni diorama saat Pangkostrad saat itu Mayjen Soeharto memerintahkan Komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo untuk menumpas PKI.

Gatot mengatakan bahwa saat ini nama Soekarno menjadi lebih terkenal, patung bertebaran di berbagai daerah, namanya dijadikan nama jalan, sedangkan patung Soeharto yang sudah kecil, musnah pula.

“Kita tahu, patung Soekarno kini ada di mana-mana. Soekarno pun menjadi nama jalan. Tapi patung Soeharto, yang sudah kecil begini, musnah pula,” ujarnya dikutip terkini.id dari Galamedia, Kamis, 30 September 2021.

“Ini kan suatu hal yang sangat ironis,” ujar Gatot melanjutkan.

Kemudian ia melanjutkan, Presiden Soekarno merupakan proklamator Kemerdekaan RI, sedangkan Soehato adalah orang yang menyelamatkan Proklamasi tersebut dari rongrongan PKI (Partai Komunis Indonesia).

Atas hal ini, ia mengimbau kepada masyarakat agar turut bisa menghormati jasa para pahlawan dan presiden yang telah lalu.

Lebih lanjut, ia menegaskan kepada masyarakat untuk tidak pernah membeda-bedakan mantan presiden yang telah lalu.

Sebab, menurut Gatot, semua mantan presiden memiliki jasa yang berharga masing-masing.

“Siapapun mantan Presiden kita, selayaknya kita bisa hormati, dengan tanpa membeda-bedakan. Semuanya itu punya jasanya,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat dunia bisa melihat Indonesia sebagai bangsa yang besar.

“Bisa menghargai pemimpinnya, apapun kesalahannya di masa lalu,” katanya

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto