Netral English Netral Mandarin
01:49wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Rizal Ramli: Lu Macam-Macam Gue Tangkap, Rizal Ramli Mah 'Sableng' Orangnya

Sabtu, 24-April-2021 08:20

Tokoh nasional yang juga ekonom senior Rizal Ramli
Foto : Istimewa
Tokoh nasional yang juga ekonom senior Rizal Ramli
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh nasional yang juga ekonom senior Rizal Ramli telah menyiapkan sejumlah terobosan untuk kemajuan Indonesia, jika dirinya menjadi presiden.

Salah satunya, Rizal mengaku bakal menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang mengatur tentang partai politik (parpol) dibiayai negara.

"Kita akan keluarkan Keppres partai politik dibiayain oleh negara seperti di Eropa, Finlandia dan sebagainya," kata Rizal dalam video yang diunggah di kanal YouTube Bang Arief, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (23/4/2021). 

Eks menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri itu menyebut, berdasarkan kalkulasinya, anggaran atau budget untuk membiayai parpol sekitar Rp 30 triliun.

"Saya sudah alokasikan sekitar 30 triliun, 15 triliun untuk masing-masing partai, 15 partai satu triliun. Sisanya berdasarkan jumlah vote," ujar Rizal.

Namun, lanjut Rizal, untuk mendapat subsidi dari negara, maka AD/ART semua partai harus diubah supaya terjadi demokrasi internal.

Dengan menerapkan demokrasi internal, tambah Rizal, semua kader partai memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk bisa menjadi ketua umum tanpa melihat latar belakang.

Menurutnya, partai yang menolak aturan tersebut, tidak akan disubsidi negara. "Kalau setuju dapat subsidi negara, kalau nggak setuju silakan cari duit sendiri," ujar Rizal Ramli.

Bahkan, mantan Menko Maritim ini mengaku bakal menindak tegas partai yang membangkang terhadap aturan yang dibuatnya.

"Lu macam-macam gue tangkap. Rizal Ramli mah sableng orangnya. Aku taruh di pulau di selatan Kalimantan yang banyak nyamuk malarianya. Kita tambahin nyamuk malarianya. Kita taruh di situ," ungkapnya.

Lebih jauh, Rizal Ramli menjelaskan tujuannya membuat aturan demikian adalah untuk mengubah demokrasi kriminal di partai politik menjadi demokrasi yang bekerja untuk rakyat dan bangsa.

"Kita ubah partai politik Indonesia. Sumber korupsi paling gede itu partai politik. Sehingga betul-betul kita ubah criminal democracy jadi demokrasi yang bekerja untuk rakyat dan bangsa, seperti di Eropa," pungkas Rizal Ramli.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli