Netral English Netral Mandarin
12:07wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Rizal Ramli Sebut Ahok Tidak Cocok Duduk di BUMN, TG: Kali Ini Gue Setuju, Cocoknya Jadi Presiden

Jumat, 18-Juni-2021 00:05

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ekonom Senior Rizal Ramli
Foto : Istimewa
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ekonom Senior Rizal Ramli
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom Senior Rizal Ramli mengatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak cocok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Karena menurut Rizal, Ahok tidak mempunyai kemampuan dan pengalaman korporasi. Dan kata dia lagi, jika Presiden Jokowi tetap mempertahankan Ahok, Pertamia akan lebih merugi.

“Sudah pernah dinasehati RR kalau Ahok itu tidak cocok duduk di BUMN. Dia tidak punya kemampuan atau pengalaman korporasi. Ditambah banyak kasus hukum. Ahok sesumbar, Pertamina rugi 11 Triliun. Pertamina didepak dari 500 Fortune Global,” cuitnya, dalam akun Twitternya, Kamis (17/6/2021).

Terkait hal itu mantan Dewan Pakar Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi ikut mengomentari pernyataan Rizal Ramli.

Meĺalui cuitan di akun Twitternya, Teddy mengaku kali ini dirinya setuju dengan Rizal Ramli. Dan dia pun mengatakan bahwa Ahok memang tidak cocok menjadi Komisaris Utama Pertamina karena jangkauannya terlalu kecil.

"Kali ini gue setuju dengan Rizal Ramli, Ahok tidak cocok menjadi Komut Pertamina, terlalu kecil jangkauannya," tulis Teddy, Kamis (17/6/2021).

Lebih lanjut Teddy mengatakan kalau Ahok itu lebih cocok menjadi presiden.

"Ahok cocoknya jadi Presiden RI. @basuki_btp @RamliRizal," ujarnya. 

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani