Netral English Netral Mandarin
15:52wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara, Muannas: Ini Baru Permulaan, Kasus Chat Asusila Dipastikan Berlanjut...

Selasa, 18-Mei-2021 12:25

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid
Foto : Suara
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid mengomentari tuntutan dua tahun penjara terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Menurut Muannas, hal tersebut baru permulaan karena masih ada kasus chat mesum yang menjerat mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu yang bakal berlanjut ke persidangan.

Diketahui, proses hukum kasus chat mesum dilanjutkan setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada sidang praperadilan 29 Desember 2020 lalu, memutuskan mencabut Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus tersebut.

Pada putusan perkara nomor 151/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Sel itu hakim memerintahkan agar kasus dugaan  chat mesum dengan tersangka Rizieq Shihab dibuka kembali.

"Ini baru permulaan, masih panjang karena sebelumnya SP3 dibatalkan melalui praperadilan, kasus chat asusila yang sempat dihentikan dipastikan bakal berlanjut di persidangan," tulis Muannas di akun Twitternya, Senin (17/5/2021).

Di kasus chat mesum, Habib Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa kasus kerumunan di Petamburan, Rizieq Shihab, dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jaksa meyakini Rizieq terbukti bersalah menghasut masyarakat untuk datang ke acara Maulid Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan pada November 2020 lalu sehingga terjadi kerumunan yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Menuntut supaya majelis hakim  menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/2021).

Jaksa berpendapat, perbuatan Rizieq Shihab telah memenuhi unsur-unsur pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 160 KUHP jo Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Serta Pasal 82A Ayat (1) jo Pasal 59 Ayat (3) huruf c dan d UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 10 huruf b KUHP jo Pasal 35 Ayat (1) KUHP.

Selain kasus kerumunan di Petamburan, Habib Rizieq Shihab juga dituntut 10 bulan penjara dalam kasus kerumunan di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Rizieq Shihab secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana," kata jaksa.

"Menjatuhkan pidana terhada terdakwa Rizieq Shihab berupa pidana penjara selama 10 bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan,"  sambungnya.

Jaksa menyatakan Rizieq Shihab melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 216 KUHP.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli