Netral English Netral Mandarin
05:07wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Rocky Gerung Berpendidikan kok Kena Somasi PT Sentul City? Netizen: Rata2 Pembenci Jokowi Bermasalah Hukum

Kamis, 09-September-2021 06:32

Ilustrasi Rumah Rocky Gerung
Foto : Rumah Hokie
Ilustrasi Rumah Rocky Gerung
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar bahwa rumah Rocky Gerung terancam dibongkar oleh PT Sentul City menjadi sorotal  warganet.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis, 9 September 2021, banyak netizen menanggapi bahkan malah mengaitkan dengan persoalan politik.   

MLT: “Lanjotttt gaesss....yg rame kemaren baru mampir di lapak emak.”

Aqil Dafa: “Katanya orang berpendidiksn masa beli tanah suratnya cuma surat garapan..”

Bagoes: “Kenapa Rata2 Pembenci Pak JOKOWI Selalu Memiliki Masalah HUKUM...??? Apakah Sdh DNA Mereka...???"

Jennifer Maroon: “Kalo kaum kadr0en, bani 212 dan gerombolannya pasti bilang rezim yang menzolimi si grung2 lewat tangan pengelola sentul city.”

Untuk diketahui, PT Sentul City Tbk. mengancam akan membongkar rumah aktivis Rocky Gerung di Blok 026 Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Haris Azhar selaku pendamping hukum Rocky menyatakan, PT Sentul City memberikan waktu 7x24 jam kepada Rocky untuk pembongkaran.

"Memberikan waktu 7x24 jam apabila tidak membongkar dan mengosongkan maka akan meminta bantuan Satuan Polisi Pamong praja untuk merobohkan dan menertibkan bangunan-bangunan," kata advokat Lokataru ini seperti  dinukil Tempo, Rabu, 8 September 2021.

Ancaman itu tertuang dalam surat somasi PT Sentul City terhadap Rocky. Total ada dua surat somasi yang dikirimkan terpisah pada 28 Juli dan 6 Agustus tahun ini.

Menurut Haris Azhar, ada tiga poin yang dipaparkan dalam surat somasi. Pertama, memperingatkan Rocky bahwa PT Sentul City pemilik sah tanah seluas 800 meter persegi di Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng. PT Sentul City mengakui tanah tersebut bermodalkan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) Nomor 2411 dan 2412.

Poin kedua bahwa akan ada tindakan tegas atas dugaan tindak pidana jika Rocky memasuki wilayah tersebut. PT Sentul City mengacu pada pasal 167, 170, dan 385 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

Poin ketiga soal ancaman merobohkan bangunan dengan meminta bantuan Satpol PP jika Rocky tak segera mengosongkan huniannya.

Haris mengutarakan, kliennya membeli tanah di Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng pada 2009. Penguasa tanah fisik sebelumnya, lanjut dia, mengantongi surat garapan.

Dia menyebut pihak lain tak bisa mengklaim kepemilikan tanah itu secara sepihak. Sebab, dalam hukum pertanahan terdapat prosedur mengajukan kepemilikan, yakni menguasai fisik.

"Sampai di sini pertanyaannya, bagaimana mungkin Sentul City bisa kuasai secara hukum dengan memiliki HGB tanpa pernah kuasai fisik," terang dia.

Haris melanjutkan, PT Sentul City juga tak pernah menemui atau meminta tanda tangan Rocky Gerung saat pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Sampai di situ saya yakin HGB itu diterbitkan dengan prosedur yang salah. Oleh karenanya klaim Sentul City melalui HGB itu patut dipertanyakan," ujar dia ihwal kasus klaim tanah Rocky Gerung itu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli