Netral English Netral Mandarin
00:43 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Rocky Gerung Sebut Pernyataan Jokowi Saat Doorstop Kasus Sigi dan FPI Direkayasa

Senin, 14-December-2020 11:20

Pengamat Politik Rocky Gerung
Foto : Istimewa
Pengamat Politik Rocky Gerung
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengamat Politik Rocky Gerung menilai, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat doorstop terkait kasus di Sigi dan kasus Front Pembela Islam (FPI) direkayasa. Disebut Rocky, doorstop oleh para wartawan biasanya dilakukan secara mendadak.

Pernyataan ini disampaikan Rocky, pasalnya doorstop dilakukan setelah Presiden Jokowi baru saja selesai bersepeda. Sebelumnya ditunjukkan juga cuplikan saat Jokowi bersepeda dengan sejumlah orang.

Menurut Rocky, dibuat momentum terengah-engah setelah olahraga, membuka masker dengan cara dramatis dan waut wajah yang dibuat sedikit serius.



“Kalau ini settingan, diulang. Mungkin 5-6 kali diambil stoknya, dibuat hingga dapat pointnya,” kata Rocky, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Senin (14/12/2020).

Lebih lanjut Rocky menilai, tindakan Jokowi merupakan salah satu upaya untuk memamerkan keseriusan. Didukung dnegan scene berolahraga sebelumnya yang dinilai sangat bagus, sehingga terlihat estetik.

“Saya tidak bilang Presiden bohong, tapi scene itu, pengambilan gambar pathological lying. Saya baca bahasa tubuh beliau ingin terlihat berwibawa,” ujar dia.

Kesimpulan Rocky, Presiden Jokowi kurang mampu menghayati peristiwa. Padahal kasus yang dibicarakan merupakan peristiwa yang bisa memecah belah bangsa.

“Presiden Jokowi ada di posisi tidak mampu kendalikan keadaan dan dibuat doorstop untuk melihat kualitas pengetahuan dengan bahaya kasus. Ini disebut kedangkalan kepemimpinan,” tegas Rocky.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa hukum harus diteggakan untuk melindungi masyarakat. Ini perlu dilakukan karena Indonesia merupakan negara hukum.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam pernyataannya dalam menanggapi peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Sebut saja tewasnya empat orang warga Sigi dan enam orang anggota FPI.

Jokowi juga menegaskan, masyarakat tidak diperbolehkan untuk bertindak semena-mena dan melakukan perbuatan melanggar hukum yang merugikan masyarakat, apalagi perbuatan yang membahayakan bangsa dan negara.

Aparat hukum juga diminta Presiden Jokowi tidak gentar dan mundur sedikitpun dalam melakukan penegakan.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi usai berolahraga sepeda di Istana Kepresidenan Bogor. Pernyataan disampaikan pada Minggu pagi (13/12/2020) kemarin.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati