Netral English Netral Mandarin
22:45 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Rocky Gerung Sebut Presiden Punya Anak Buah yang Memalukan dan Menjijikkan

Kamis, 07-January-2021 12:45

Rocky Gerung, pengamat politik.
Foto : Istimewa
Rocky Gerung, pengamat politik.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki anak buah yang memalukan dan menjijikkan.

Pernyataan ini disampaikan Rocky, menanggapi tindakan Pegiat Media Sosial yang diklaim Buzzer Istana, Permadi Arya mengatai Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Permadi mempertanyakan pada Pigai  “sudah selesai evolusi belum kau?”.

“Presiden punya anak buah dan gerombolan kawanan seperti ini. Itu betul–betul bukan sekedar memalukan tapi menjijikan. Disgusting itu,” ujar Rocky, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Kamis (7/1/2021).



Julukkan pedas itu disampaikan Rocky, pasalnya Indonesia sedang alami krisis yang luar biasa. Sebut saja Covid-19 yang masih menghantui, Papua yang disorot dunia internasional, tetapi seolah tidak ada refleksi yang dilakukan oleh pihak Istana.

Lebih lanjut Rocky menyebut bahwa Pigai merupakan temannya. Rocky paham benar, bila terima olokan, Pigai hanya menanggapi dengan biasa, santai dan “ditelan” saja.

Tetapi Rocky melihat ada bahaya dari olokan yang dilontarkan oleh Permadi.

“Yang bahaya apabila (olokan) tiba di komunitas Pigai. Kan ada krisis Papua hari ini. Seluruh fasilitas kemanusiaan rangkul Papua dan berupaya memahami mereka dan dibatalkan oleh si dungu tadi (julukan Rocky pada Permadi),” jelas Rocky.

Rocky menilai, Permadi tidak bisa membaca konteks bahwa sedang ada ketegangan di Papua. Papua juga menjadi sorotan dunia bahwa ada pembedaan keadilan sosial berdasarkan sensasi–sensasi primordial yang diupayakan untuk dipahami.

Eh ada makhluk yang tiba– tiba datang dan datang dengan sensasi absurd,” tegas dia.

Tapi Rocky mengaku bisa memahami karena pernyataan Permadi datang dari kemampuan mengabstraksikan masalah yang dangkal.

“Anggap di Istana diisi manusia semacam ini, manusia yang benci pada orang tetapi kebencian tidak bisa diformulasikan secara akademis. Manusia yang simpan dendam tetapi tidak bisa di-upload dalam kosakata bermutu,” kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP