3
Netral English Netral Mandarin
05:14 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Rolls-Royce Akan Menutup Pabriknya, Ini Alasannya

Selasa, 09-Februari-2021 18:13

Pekerja di bagian dirgantara sipil Rolls-Royce
Foto : FT
Pekerja di bagian dirgantara sipil Rolls-Royce
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rolls-Royce berharap untuk mencegah kehilangan pekerjaan lebih lanjut dengan menutup pabriknya untuk pertama kalinya di musim panas ini.

Raksasa kedirgantaraan itu akan menutup pabrik di divisi mesin jetnya selama dua minggu demi menghemat biaya untuk pengeluaran gaji, listrik, dan biaya lainnya.

Bahkan, Rolls-Royce telah mengumumkan rencana untuk melakukan PHK 9.000 staf dari 52.000 tenaga kerja pra-pandemi, walaupun sekitar 7.000 karyawan telah di PHK.

Analis kedirgantaraan Howard Wheeldon mengatakan langkah itu harus dibarengi dengan 'mengamankan' para pekerja yang terampil di perusahaan tersebut.

"Mereka harus melakukan segala upaya untuk mempertahankan orang yang mereka butuhkan. Tidak ada yang bisa yakin kapan pemulihan akan datang dan siapa pun yang mengira mereka tahu jawabannya," katanya.

Rolls-Royce dibayar untuk mesin jetnya yang digunakan di pesawat seperti Boeing 787 dan Airbus A350. Jatuhnya industri penerbangan sejak awal 2020 membuat mereka kehilangan salah satu aliran pendapatan utamanya. Pada bulan Agustus 2020, kerugian di paruh pertama mencapai £ 5,4 miliar.

Meskipun Rolls-Royce bekerja di bidang lain seperti energi dan pertahanan nuklir, ia biasanya menghasilkan sekitar setengah omzetnya berasal dari divisi dirgantara sipil.

Tanggal penutupan memang belum diputuskan oleh kepala eksekutif Warren East. Pastinya, ini akan mempengaruhi semua 19.000 staf di bagian dirgantara sipil di seluruh dunia.

Rolls-Royce memiliki sekitar 12.500 karyawan asal Inggris itu pernah terpaksa menghentikan produksi selama seminggu pada awal pandemi tahun lalu. Sebelumnya mereka berjanji untuk tidak mengumumkan adanya PHK hingga 2022.

Tetapi bulan lalu, manajemen memperingatkan bahwa keuangan mereka telah mundur lebih jauh oleh gelombang kedua Covid-19 yang menghantam, demikian dikutip dailymail.

Reporter : Tommy
Editor : Tommy Satria