Netral English Netral Mandarin
20:12wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Rp100 M untuk Hancurkan Demokrat sehingga Oposisi Tinggal PKS Saja? HNW: Seandainya Tinggal PKS Saja...

Kamis, 30-September-2021 09:37

Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto : Istimewa
Hidayat Nur Wahid (HNW)
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akun Twitter Ali Syarief @alisyarief mencuit bahwa Rp100 Miliar yang disyaratkan Yusril Ihza Mahendra adalah pertanda untuk menghancurkan Partai Demokrat.  Jika demikian, oposisi akan tinggal Partai PKS saja.

“100M untuk mengancurkan leburkan PD. Artinya tinggal PKS saja, Ya?. Nah, silahkan semua mikir (istikharah), mau melawan Koalisi Partai ProJo, atau hancur semua, sampai menjadi Satu Partai seperti di China?” cuit Ali Syarief, Kamis 30 September 2021.

Pernyataan tersebut ditanggapi politikus PKS, Hidayat Nur Wahid.

"InsyaAllah PD tidak hancurlebur olh yg disebut 100M. Dan seandainya tinggal @PKSejahterasaja, fakta politiknya menuju 2024 partai koalisi projo, sudah punya agenda sendiri2. Soal perpanjangan masa jabatan Jokowi;tadinya projo via jokman usulkan itu. Lolos?tidak. PKS dll menolak," kata Hidayat Nur Wahid.

Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat Andi Arief mengungkap Yusril Ihza Mahendra pernah mengajukan penawaran bayaran Rp 100 miliar untuk memakai jasanya. Demokrat pun menolak tawaran tersebut. Namun, kini Yusril justru menjadi pendukung Moeldoko.

"Begini Prof @Yusrilihza_Mhd, soal gugatan JR pasti kami hadapi. Jangan khawatir. Kami cuma tidak menyangka karena Partai Demokrat tidak bisa membayar tawaran anda 100 milyar sebagai pengacara, anda pindah haluan ke KLB Moeldoko," kata Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (29/9/2021).

Hal sama juga dikatakan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik yang mengatakan tak akan berhenti mengungkap klaim palsu Yusril Ihza Mahendra. Dia meminta agar Yusril mengakui menjual keahlian soal hukumnya namun mengatasnamakan demokrasi.

"Saya tak bakal stop membongkar klaim palsunya Yusril, kecuali dia mengakui menjual jasa profesionalnya tanpa embel-embel demokrasi. Tapi di situ juga ada pertanyaan: apa karena Demokrat tak sanggup bayar 100 miliar maka Yusril pindah membela kubu Moeldoko? Dibayar lebih mahal?" tulis Rachland dalam unggahan di akun Twitter-nya, Rabu (29/9/2021).

Sebelumnya Yusril Ihza Mahendra mendampingi empat bekas anggota Partai Demokrat yang berada di Kubu Moeldoko untuk mengajukan uji materi atau judicial review terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Demokrat tahun 2020 ke Mahkamah Agung (MA).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli