Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:59wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Rumah DP Rp0 Dikorupsi dan Anies Copot Dirutnya, Netizen: Klw Ada Penghargaan Dia yg Terima, klw Ada yg Buruk2 Anak Buah yg Salah

Senin, 08-Maret-2021 14:45

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Infomenia.net
Gubernur Anies Baswedan
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menonaktifkan Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan.

Hal ini dilakukan setelah Yoory ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat (5/3/2021), terkait proyek rumah DP Rp0 rupiah.

Sontak Berita tersebut mendapat sorotan publik. Di akun FB Mak Lambe Turah, Senin (8/3/21) sejumlah netizen mengomentari kocak.

MLT: "Jadi sudah dicopot pa anies gaisss."

Sennin Hinata: "Kok baru skrg? Kemana aja kmrn2? Atau dirut dijadiin kambing hitam aja?"

RiezZal Rojulun: "Ekwkw klw ada penghargaan dia yg terima, klw ada yg buruk2 anak buah yg salah wkwkwkwkwkwkw."

Untuk diketahui, Pelaksana Tugas Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta Riyadi sebelumnya mengatakan bahwa Yoory dinonaktifkan berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 212 Tahun 2021 tentang Penonaktifan Direktur Utama dan Pengangkatan Direktur Pengembangan Sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

"Pak Gubernur saat itu langsung mengambil keputusan untuk menon-aktifkan yang bersangkutan. Atas kasus tersebut, Yoory akan mengikuti proses hukum dengan menganut asas praduga tak bersalah," ujar Riyadi dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Untuk diketahui, Sarana Jaya adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang mengemban tugas untuk membangun proyek rumah DP Rp0 rupiah, proyek ini adalah janji kampanye Anies-Sandi.

Yoory C Pinontoan sudah menjabat sebagai Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya sejak 2016, setelah sebelumnya menjadi Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan meniti karier sejak tahun 1991.

Dinukil IDNtimes, Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz membenarkan kabar dugaan kasus korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PD Pembangunan Sarana Jaya. Azis menjelaskan bahwa kasus ini berkaitan dengan pembelian lahan di beberapa lokasi Program DP 0 Rupiah yang dijalankan pemprov melalui BUMD DKI Jakarta.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto