Netral English Netral Mandarin
04:36wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
RUPST Garuda, Erick Thohir Pakai Bos Lama Lalu Tunjuk CT Jadi Komisaris, Ini Susunannya

Jumat, 13-Agustus-2021 21:00

Menteri BUMN
Foto : Istimewa
Menteri BUMN
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memutuskan pengalihtugasan Chairal Tanjung sebagai Komisaris. Selain itu pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat Triawan Munaf, Peter F. Gontha, Zannuba Arifah Ch. R, dan Elisa Lumbantoruan dari jabatan Anggota Dewan Komisaris, serta memberhentikan dengan hormat Dony Oskaria, dan M. Rizal Pahlevi dari Anggota Dewan Direksi perusahaan.

Menanggapi perubahan nomenklatur dan jajaran pengurus GIAA, Menteri BUMN , Erick Thohir memastikan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses transformasi dan efisiensi yang dilakukan manajemen. Erick mendorong agar proses menyehatkan maskapai terus dilakukan dengan tepat dan cepat.

"Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi terus terjadi di Garuda Indonesia, dengan mengurangi jumlah komisaris dari 5 menjadi 3 orang, serta jumlah direksi dari 8 orang menjadi 6 orang. Selain itu, kami memperkuat pengawasan perusahaan dengan mengangkat dua sosok Komisaris dengan keahlian dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di bidang restrukturisasi dan manajemen risiko perusahaan," kata Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat (13/8/2021).

Erick berharap ke depan manajemen Garuda Indonesia untuk fokus pada dua hal utama. Pertama, perubahan model bisnis dengan fokus pada layanan penerbangan domestik. Kedua, negosiasi dengan lessor, baik lessor yang memang memiliki hubungan B2B baik namun kontraknya perlu dinegosiasi ulang, juga lessor yang tersangkut kasus yang saat ini sudah masuk dalam proses hukum.

"Ini momen bagi Garuda Indonesia untuk bersih-bersih dari permasalahan keuangan dan kinerja operasional, serta menata kembali fundamental bisnisnya. Setiap prosesnya akan saya kawal penuh," ujarnya.

Adapun rincian perubahan nomenklatur, sehingga jajaran Komisaris dan Direksi selengkapnya adalah sebagai berikut:Dewan Komisaris:

Timur Sukirno - Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen

Chairal Tanjung - Komisaris

Abdul Rachman - Komisaris IndependenDewan Direksi:

Irfan Setiaputra - Direktur Utama

Prasetio - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

Tumpal Manumpak Hutapea - Direktur Operasi

Aryaperwira Adileksana - Direktur Human Capital

Rahmat Hanafi - Direktur Teknik

Ade R. Susardi - Direktur Layanan dan Niaga.  

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan HP