Netral English Netral Mandarin
03:17 wib
Basarnas mengungkapkan banyak petugas dan relawan pencari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes menggunakan rapid test antigen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menetapkan standarisasi kecepatan hasil deteksi virus corona (SARS-CoV-2) menggunakan swab test atau tes usap metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
Rustam Sebut PKS Sok Tahu Soal Efikasi Vaksin Covid-19

Rabu, 13-January-2021 16:30

Rustam Ibrahim.
Foto : Twitter
Rustam Ibrahim.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial politik dan ekonomi, Rustam Ibrahim berpendapat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 'sok tahu' soal efikasi vaksin virus corona atau Covid-19.

Hal itu dilontarkan Rustam mengomentari pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menyayangkan efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang hanya sebesar 65,3 persen.

Alasan Rustam menyebut PKS sok tahu, sebab Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan syarat minimal efikasi vaksin sebesar 50%.



"PKS sepertinya sok tahu! Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) saja mengatakan bahwa efikasi minimal 50 persen sudah cukup manjur," tulis Rustam di akun Twitter-nya, Rabu (13/1/2021).

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 Sinovac, pada Senin (11/1/2021). Izin pakai itu diberikan setelah data interim uji klinis fase III keluar.

"Efikasi vaksin ini 65,3 persen, cukup untuk meyakinkan kita bahwa vaksin tersebut efektif digunakan," kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam Konferensi Pers Persetujuan Penggunaan EUA, di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021).

Mengomentari hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyayangkan efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang hanya sebesar 65,3 persen.

"Amat disayangkan efikasi vaksin sinovac hanya 65% yang seharusnya minimal 80%," tulis Mardani di akun Twitter-nya, @MardaniAliSera, Selasa (12/1/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani