3
Netral English Netral Mandarin
00:23 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Saatnya Liburan ke Labuan Bajo, Inilah Tempat Menarik di NTT Wajib Anda Kunjungi

Jumat, 19-Februari-2021 23:00

Keindahan Labuan Bajo
Foto : Global
Keindahan Labuan Bajo
2

LABUAN BAJO, NETRALNEWS.COM - Sebagai salah satu destinasi super prioritas destinasi wisata Labuan Bajo terus berbenah dan mempercantik diri.

Pemerintah mendorong pengembangan konsep kepariwisataan di Destinasi Super Prioritas (DPSP) atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajoyang memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan sosial budaya, ekologi, dan ekonomi untuk menyejahterahkan masyarakat.

Saat ini pemerintah fokus pada penataan kawasan dan penguatan transformasi sosial budaya masyarakat.KegiatanPenataan KSPN Labuan Bajo meliputi: (1) Penataan Kawasan Puncak Waringin, Batu Cermin, Waterfront Labuan Bajo, dan Pulau Rinca berupa pembangunan dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung wisata; (2) Penataan Lansekap KSPN Labuan Bajo; (3) Pembangunan Pengelolaan Sampah dengan Proses Thermal (Incinerator); (4) Optimalisasi IPAL dengan kapasitas 500 KK; dan (5) Pembangunan SPAM dan Jaringan Perpipaan Wae Mese II dengan kapasitas 2 x 50 liter/detik untuk melayani penyediaan air minum di KSPN Labuan Bajo, serta reservoir dengan kapasitas 50 m3 untuk melayani kawasan Loh Buaya Pulau Rinca yang sumber airnya berasal dari IPA Wae Mese.Kegiatan Penataan KSPN Labuan Bajo sebagian besar dilaksanakan secara Multiyears Contract (MYC) TA. 2020-2021 yangditargetkan selesai pada akhir tahun 2021.

Dalam siaran persnya, Jumat, (19/2/2021), Kemenko Maritim dan Investasi menyebutkan pelaksanaan kegiatan konstruksi selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan pekerja dengan mematuhi protokol SMK3 serta pencegahan penyebaran Covid-19. Khususnya pada kegiatan di Kawasan Loh Buaya Pulau Rinca dilakukan pemagaran pada area kerja sebagai bentuk perlindungan terhadap satwa komodo dan keselamatan pekerja.Untuk kawasan Loh Buaya Pulau Rinca, kegiatan dilaksanakan pada Zona Pemanfaatan dengan prinsip peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang sudah ada untuk menjaga agar komodo dan satwa laindapat hidup sesuai dengan habitatnya, sekaligus meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi peneliti dan pengunjung.

Desain infrastruktur tersebut juga telah mempertimbangkan kenyamanan bagi penyandangdisabilitas.Berbagai program telah dilakukan dan terus didorong termasuk upaya konservasi seperti monitoring spesies (komodo, kakatua, satwa mangsa komodo, biota laut, dll), pengamatan perilaku komodo, uji DNA Komodo, serta penelitian baik dilakukan oleh pemerintah maupun bekerja sama dengan mitra.

Selain program konservasi, Pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui program upskillingdan reskilling serta pemberdayaan masyarakat untuk dapat berpartisipasi pada kegiatan pariwisata di TN Komodo dan desa-desa sekitar TN Komodo serta Labuan Bajo.

Kegiatan tersebut seperti mengembangkan desa wisata, sentra kreatif, produk kreatif, pengembangan bisnis model untuk UMKM dan usaha masyarakat serta penguatan basis pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan sebagai rantai pasok untuk pengembangan ekonomi masyarakat.

Pada tahun 2020, beberapa kegiatan di dalam desa kawasan TN Komodo yang telah dilaksanakan yaitu, gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), pembinaan UMKM kriya pengrajin dan desa wisata, pendampingan produk wisata komunitas, narasi dan literasi, tatakelola (Pokdarwis/Bumdes/komunitas), dan aksilirasi (Aksi Selaras Sinergi) seni pertunjukan animal pop Komodo.

 

 

 

 

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani