Netral English Netral Mandarin
11:11wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Said Didu Sebut Kasus Akidi Tio Telah Menguak Tabir Geng Pemecah Belah Bangsa Berbasis SARA

Rabu, 04-Agustus-2021 09:05

Muhammad Said Didu
Foto : Istimewa
Muhammad Said Didu
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muhammad Said Didu menilai bahwa dengan mencuatnya kasus Akidi Tio yang dikabarkan mau menyumbang Rp2 Triliun untuk tangani pandemi namun ternyata tak jelas telah menguak tabir siapa para buzzer. 

“Topeng kalian terbuka. Hikmah dari kasus rencana sumbangan Akidi Tio membuka topeng akun2 buzzeRp yg biasanya gunakan hastag #NKRI #Bhinneka #Pancasila ternyata sebagai geng pemecah belah bangsa dg gunakan kasus tsb utk menyerang pihak lain dg basis SARA,” kata Said Didu dinukil NNC melalui akun Twitternya, 4 Agustus 2021.

Sementara secara terpisahm Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pratama sebelumnya juga mengritik dan menyindir ulah buzzer yang disebut-sebut antara lain  Denny Siregar dan Ade Armando yang memuat sentimen rasis dalam kasus hoaks sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio.

Haris mengunggah sejumlah artikel yang berisi pemberitaan dari pegiat media sosial Denny Siregar dan Ade Armando. Keduanya kerap menjadi pembela pemerintah di media sosial.

Ada unggahan tangkapan layar dari channel YouTube Cokro TV berjudul, Kedermawanan Keluarga Akidi Tio dan Kebencian Pada Tionghoa.

Bagi Haris Pertama, seharusnya Denny Siregar dan Ade Armando malu dengan apa yang disampaikan selama ini. Sebab faktanya sumbangan itu belum terealisasi bahkan disangsikan banyak pihak.

"Harusnya kalian berdua malu, merasa sebagai orang intelektual tapi ternyata kalian asal ceplas-ceplos tanpa dicek kebenarannnya,” tuturnya dalam unggahan itu, Selasa (3/8).

Haris mengatakan bahwa setiap mereka yang merendahkan orang lain, maka pada akhirnya balasan Tuhan akan datang merendahkan mereka.

"Beginilah nasib kalau manusia yang hanya bisa meledek dan merendahkan orang lain, akhirnya Tuhan YME mempermalukan kalian berdua hahaha. Sadar bro!” sambungnya.

Haris meminta keduanya, juga pegiat medsos yang lain untuk menghentikan narasi-narasi yang berbau perpecahan. Sebab mengungkit narasi rasial sama saja memperuncing situasi.

"Mereka itu berbicara tentang dendam, bukan membangun negara. Ini yang orang dulu sebut naruh otak jangan di dengkul, jangan bawaannya ngajak ribut terus,” katanya sebagaimana dikutip RMOL.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati