Netral English Netral Mandarin
00:30 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Said Didu Sebut Presiden Ingin Menag Gebuk Islam, Guntur: Bodoh Mutlak Atau Sengaja Fitnah

Kamis, 24-December-2020 08:40

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Foto : Istimewa
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu di akun Twitter-nya, @msaid_didu menulis "Presiden inginkan Menag untuk menggebuk Islam".

Said Didu mencuit demikian dalam mengomentari pemberitaan media soal pernyataan Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari yang berpendapat bahwa Presiden Jokowi menginginkan sosok Menteri Agama (Menag) seperti Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) karena memiliki sikap yang keras terhadap 'kelompok Islam tertentu'.

“Terima kasih atas penjelasan mas Qodari. Akhirnya kami tahu bahwa Bapak Presiden inginkan Menag untuk “menggebuk” Islam. Sekali lagi terima kasih,” kata @msaid_didu, Selasa (22/12/2020) malam.



Cuitan Said Didu itu menuai kritik dan kecaman dari banyak pihak, salah satunya datang dari tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli.

Menurut Guntur, Said Didu 'bodoh mutlak' jika tidak bisa membedakan antara 'kelompok Islam tertentu' dengan 'Islam'.

Sebaliknya, lanjut Guntur, apabila Said Didu bisa membedakan tapi mencuit demikian, berarti Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu sengaja mau menghasut dan fitnah.

"Qodari bilang "dia (Gus Yaqut) keras dengan Kelompok Islam tertentu", Said Didu bilang "Presiden inginkan Menag untuk 'menggebuk' Islam," tulis Guntur di akun Twitter-nya, Rabu (23/12/2020).

"Kalau Said Didu tidak bisa bedakan antara 'kelompok Islam tertentu' dengan 'Islam' dia bodoh mutlak. Kalau dia bisa bedain berarti sengaja mau menghasut dan fitnah," sambung @GunRomli.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu kemudian menjelaskan soal Islam dan 'kelompok Islam tertentu'.

"Islam' itu agama, kalau 'kelompok Islam tertentu' misalnya ISIS, FPI, HTI, apakah menolak ISIS, FPI, HTI sama dengan menolak 'Islam'? Jelas tidak! Kalau tidak bisa bedain ini--kalau Said Didu mau ngaku- maka bodoh mutlak," tegas Guntur. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli