Netral English Netral Mandarin
11:57wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Said Didu Serang Ahok gegara Hapus Kartu Kredit, Balasan Ahok Menohok, Netizen: Pantas Capres 2024

Kamis, 17-Juni-2021 11:25

Said Didu dan Basuki Tjahja Purnama
Foto : Kolase Tribunews
Said Didu dan Basuki Tjahja Purnama
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet bereaksi menanggapi saling serang dan saling kritik antara Muhammad Said Didu dengan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Hal ini berawal dari pernyataan Ahok yang telah menghapus fasilitas kartu kredit bagi pejabat Pertamanina. Namun di mata Said Didu hal apa yang dilakukan Ahok hanya cari poularitas saja. Ahok pun membalasnya dengan pernyataan menohok. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis 17 Juni 2021, warganet pun ikut berkomentar terhadap polemik itu. Bahkan ada netizen yang malah kembali sebut Ahok pantas jadi capres 2024. Padahal wacana itu jelas tak mungkin.

MLT: “Iri bilang boss!”

CBi Log: “Ahok pantas capres 2024 dan said didu bersama kadrun langsung demo.”

Luhut Tobing: “Ahok memang sudah populer dari dulu..yg positif..kl Didu populer karena nyinyir dan iri..”

Untuk diketahui, Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok diserang gegara kebijakan bapak menghapus fasilitas kartu kredit untuk manajer, direksi, dan komisaris Pertamina. Dia dituding mencari popularitas. Apa responsnya?

Tudingan bahwa Ahok mencari popularitas itu datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Dia mempertanyakan sikap Ahok yang baru bersuara sekarang padahal hampir 2 tahun menjabat komisaris utama.

Merespons tudingan itu, Ahok santai menanggapi.

"Terserah dialah. Dia lebih tahu urusan di dalam," kata Ahok seperti dilansir detikcom, Rabu, 16 Juni 2021.

"Tahun lalu sudah minta, didiamkan. Minta direksi buka aja," tegas eks Gubernur DKI Jakarta ini.

Informasinya, sejak awal 2020 lalu, Ahok sudah meminta agar data pemakaian kartu kredit dan uang representatif dibuka karena ada dugaan terjadi auto debit dari rekening Pertamina dalam pemakaian kartu kredit oleh direksi. Namun direksi PT Pertamina tidak memenuhi permintaan tersebut.

Ahok pun bicara soal penghapusan kartu kredit ini dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Senin, 14 Juni 2021 lalu.

Ahok meminta sebaiknya direksi PT Pertamina blak-blakan mengenai fasilitas kartu kredit untuk dewan direksi, komisaris, hingga level manajer perusahaan ini. Ini penting agar terang benderang ke publik soal kebenarannya.

Ahok diketahui menghapus fasilitas kredit pejabat Pertamina. Ahok menjelaskan fasilitas kartu kredit ini memiliki potensi penyalahgunaan yang besar.

"Kontrol dari kemungkinan pemakaian yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan," ungkap Ahok ketika dihubungi detikcom, Selasa, 15 Juni 2021. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli