Netral English Netral Mandarin
00:14wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Said Didu Ungkap jika Semua Instansi Negara Kompak 'Membantu' TKA China Masuk Berarti atas Perintah Pihak yang Sangat Berkuasa

Jumat, 07-Mei-2021 13:45

Muhammad Said Didu
Foto : Istimewa
Muhammad Said Didu
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muhammad Said Didu kesal dengan keberadaan TKA China yang dikabarkan boleh masuk ke Indonesia di tengah larangan mudik bagi rakyat Indonesia.

"Jika Kemenlu (Kedubes), Kemenkumham (Imigrasi), Kemenhub (izin penerbangan), Polisi (pengamanan) kompak "membantu" masuknya TKA China di tengah melarang rakyat mudik, maka publik paham bhw hanya yg sqngat berkuasa yg bisa memerintah banyak instansi secara bersamaan," kata Said Didu melalui akun Twitternya, 7 Mei 2021.

Sementara polemik TKA China masuk ke Indonesia sebelumnya menjadi perdebatan juga antara Fadli Zon dengan Arya Sinulingga.

Fadli Zon mengeluarkan suara bervolume tinggi saat mendengar alasan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, jika TKA dihentikan masuk Indonesia, maka produksi berhenti.

Dengan arugmen Arya itu, perdebatan pun tak terhindarkan. Fadli Zon terus mempertanyakan rasa adil dan kepercayaan atas kebijakan pemerintah yang melarang mudik.

Perdebatan larangan mudik, namun tenaga kerja asing (TKA) justru diizinkan masuk ke Indonesia, seperti membuat Fadli Zon tak habis pikir atas kebijakan tersebut.

Debat Fadli Zon dan Arya ini bisa dlihat di akun YouTube tvOneNews, "Adu Argumen, Fadli Zon VS Arya Sinulingga Soal TKA yang Datang Saat Mudik Dilarang" yang diunggah pada Selasa, 4 Mei 2021.

Dinukil Pikiran Rakyat, secara tegas kader Gerindra ini mengkritik pemerintah sudah melarang mudik. Namun, fakta lain justru pemerintah memperbolehkan TKA China masuk.

Mendengar hal itu, Arya Sinulingga terus mengeluarkan argumen yang bertahan dan membela pemerintah.

"Di satu sisi orang dilarang mudik tapi ini ada dari Wuhan bisa carter dan katanya bisa tiap minggu oleh sebuah perusahaan penerbangan."

Pembiara TKA China masuk Indonesia dinilainya sangat berbahaya, mengingat Wuhan adalah sumber pertama penyebar virus Covid-19.

"Menurut saya ini sangat berbahaya apalagi ini dari asal tempat virus corona di Wuhan," kritik Fadli Zon.

Jika melarang mudik, maka semua sama, tak ada pengecualian termasuk pada TKA China.

"Di India sudah diblokir, tapi ini dibuka. Menurut saya harusnya pemerintah larang dulu semua kalau memang mau konsisten dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat."

Fadli Zon pun lantas bertanya, apa mau menangangi kesehatan atau bisnis?

"Kita mau menangani kesehatan dulu apa bisnis yang seperti itu?," lanjutnya.

Kebijakan tarik ulur

Arya Sinulingga langsung berdalih jika kebijakan pemerintah bukan tidak konsisten, melainkan merupakan bentuk tarik ulur.

Kebijakan tarik ulur tadi, termasuk pada masuknya TKA China ke Indonesia. Dia pun menjelaskan beda mudik dengan TKA China yang masuk Indonesia.

"TKA itu berbeda dengan mudik. Kenapa berbeda? Karena dia pasti di karantina."

TKA China masuk Indonesia kalau tidak karantina bisa bahaya, produksi bisa berhenti.

"Kalau gak di karantina itu pasti merugikan perusahaan tersebut karena pasti di lockdown," jelas Arya Sinulingga.

"Makannya itu agar berbeda perlakuan (pemerintah) terhadap yang umum (masyarakat mudik)."

"Pemerintah kita bukan gak konsisten tapi dia tarik ulur gitu untuk urusan kapan saatnya tarik dan kapan saatnya ulur," sambungnya.

Fadli Zon langsung bersuara setelah Arya mengatakan beda karantina TKA dengan mudik.

Jelas Fadli Zon kebijakan pemerintah itu menguntungkan perusahaan ketimbang rakyat Indonesia.

"Ya ini menguntungkan siapa? Menguntungkan seorang tertentu apa menguntungkan rakyat Indonesia?

Jelas Fadli Zon dari pada TKA China masuk dan keluar alasan pekerjaan, apa tidak bisa orang Indonesia yang kerjakan?

"Maksud saya emangnya tidak ada orang Indonesia yang bisa menggantikan pekerjaan itu?"

"Apalagi di masa pandemi ini masyarakat juga butuh pekerjaan," balas Fadli Zon.

Arya lagi-lagi berargumen jika TKA China masuk maka penanggung jawab jelas. Jika pemudik, siap yang bertanggung jawab jika ada penularan.

Jelas Arya, perusahaan lebih bertanggung jawab untuk melakukan karantina bagi pegawainya, sedangkan masyarakat tidak.

"Kembali lagi ya bahwa ini spesifik. Kalau orang mudik itu beda."

"Gak ada jaminan kalau keluarganya akan melakukan karantina. Gak ada jaminan adanya sistem untuk karantina," tegas Arya.

"Kalau perusahaan dia akan mengkarantina sendiri."

"Kalau gak akan merugikan dia sendiri."

"Akan terhenti produksinya kalau perusahaan tidak mau karantina," jelasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati