Netral English Netral Mandarin
12:47wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Saipul Jamil Bebas Penjara, Netizen: Cuma di Indonesia Mantan Napi Kasus Cabul TV Berebut Ngundang

Kamis, 02-September-2021 19:30

Pedangdut Saipul Jamil
Foto : Istimewa
Pedangdut Saipul Jamil
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kontroversi usai bebasnya pedangdut sekaligus mantan napi pencabulan seksual Saipul Jamil terus bergulir. Kali ini datang dari netizen, banyak menyayangkan industri hiburan khususnya televisi masih memberikan kesempatan.

Salah satu netizen, berkomentar keras dengan sikap televisi swasta yang diklaim bakal memberikan panggung buat mantan suami Dewi Perssik itu.

"Cuma di Indonesia mantan napi, kasus cabul LG pas bebas malah tv berebut ngundang (ikon ketawa) apa kabar korbannya Saipul Jamil liat nih orang nongol di tv," Kata akun twitter @ji_ni**** seperti dilansir Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Adalagi, netizen yang menuliskan kalau Saipul Jamil seorang pedofilia alias pencabul anak-anak, namun ditayangin televisi.

"Jujurly gua heran banget sama yang nyambut kebebasannya saipul jamil dengan meriah, anjir dia tu masuk penjara gegara ngelecehin anak kecil pedofil we pedofil, oke lah kalau mau di sambut sama keluarga nya ajaa ini sampe ditipi ditayangin," tulis akun @rai*****

Seperti diketahui, Pedangdut Saipul Jamil telah bebas dari penjara hari ini. Namun, beberapa pihak menolak kehadiran kembali ke tanah televisi. Sebab, sebagai pelaku kejahatan seksual Saipul Jamil sudah tak bisa diterima dalam dunia layar kaca.

Hal itu diungkapkan Seksolog Zoya Amirin seperti dilansir dalam kanal youtube. Surya Citra Televisi. 

"Sedihnya buat saya ketika ada pelaku, mau dia Saipul Jamil maupun siapapun itu menurut saya dikasih ruang oleh media, dikasih ruang, dielu-elukan, lebih miris," kata Zoya.  

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan HP