Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:46wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Haikal: Sampai Mana Kasus Rampok Bansos? Partai Mana Saja yang Terlibat? Apakah Lulagi-Lulagi? 

Selasa, 09-Maret-2021 09:15

Haikal Hassan Baras
Foto : Okezone
Haikal Hassan Baras
30

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus korupsi bansos Covid-19 sejak awal selalu menjadi sorotan warganet. 

Haikal Hassan Baras dalam cuitannya, Selasa (9/3/21) sempat bertanya dengan nada menyindir.

"Smp mana kasus rampok bansos? Partai mana saja yg terlibat? Apakah lulagi-lulagi? Link berita bagi dong bro...." cuit Haikal.

Sejumlah netizen pun menanggapi dan membagikan tautan berita yang diminta Haikal.

Baca Juga :

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, dua pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) mengaku menerima sebuah sepeda Brompton dari tersangka suap Bansos Corona, Adi Wahyono, yang juga merupakan pejabat di Kemensos.

Kedua pejabat Kemensos itu adalah Sekjen Kemensos Hartono dan Dirjen Linjamsos Pepen Nazarudin.

Mulanya, jaksa KPK menanyakan soal penggeledahan ruangan Pepen dan Hartono. Kemudian, jaksa KPK turut menyinggung sepeda Brompton.

"Bapak ruangannya pernah digeledah dan ada sepeda Brompton yang disita?" tanya jaksa M Nur Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2011).

Hartono mengaku menerima sepeda Brompton dari Adi. Namun, bukan Adi langsung yang memberikan sepeda itu ke Hartono.

"Kami memang tanggal itu kami terima Brompton, yang ngantar itu sopirnya Adi," jawab Hartono.

Hartono mengatakan saat ini sepedanya berada di KPK. Dia menegaskan pemberian sepeda itu tidak terkait dengan kasus bansos Corona.

"Saya diminta kembalikan ke KPK. Nggak ada (berkaitan dengan pekerjaan)," ucapnya.

Sama seperti Hartono, Pepen juga mengaku menerima sepeda Brompton. Pihak yang memberikan yakni Adi.

"Iya (terima), (dari) Pak Adi KPA," kata Pepen.

Jaksa lantas mengkonfirmasi keduanya apakah mereka pernah menerima uang. Keduanya mengaku pernah diberi oleh Adi, namun, katanya, mereka menolak.

"Saudara terima uang dari Adi Wahyono selaku KPA Bansos Corona?" tanya jaksa KPK.

"Pernah beberapa kali, tapi saya nggak (terima)," tegas Hartono.

"Saya tolak," jawab Pepen singkat seperti dinukil detik.com.

Dalam kasus ini, Juliari Peter Batubara dan pejabat Kemensos Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso ditetapkan menjadi tersangka bansos Corona. Di sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Keduanya didakwa memberi suap ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk. Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar.

Keduanya memberi uang suap agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari setiap mereka mendapatkan proyek itu, uang ini yang disebut uang operasional.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto