Netral English Netral Mandarin
20:05wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Sanggah Pernyataan Arteria Soal OTT Terhadap Aparat, Junimart: Itu Pendapat Pribadi, Bukan Sikap PDIP

Rabu, 13-Oktober-2021 20:40

Junimart Girsang
Foto : Istimewa
Junimart Girsang
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Junimart Girsang merespon pernyataan rekan sejawatnya Arteria Dahlan yang menyatakan tidak setuju adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap aparat penegak hukum (APH) seperti polisi, jaksa dan hakim.

Junimart menyatakan, pernyataan Arteria merupakan pendapat pribadi dan bukan bagian dari sikap partainya maupun fraksi PDIP di DPR. Karenanya, Junimart menolak jika hal tersebut dikait-kaitkan dengan PDIP.

"Apa yang dikatakan oleh sahabat saya Arteria Dahlan itu tidak ada kaitannya dengan sikap PDIP maupun Fraksi PDIP di DPR," ujar Junimart dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Wakil Ketua Komisi II DPR itu menegaskan bahwa PDIP mendukung penegakkan hukum tanpa pandang bulu. "Perlu saya tegaskan PDIP sangat mendukung penegakan hukum di negri ini, semua sama di mata hukum," ujarnya.

Junimart menyebut, sekalipun banyak oknum Polisi, Jaksa dan Hakim yang harus dihukum karena OTT, Republik Indonesia tidak akan pernah runtuh, sebagaimana alasan yang disampaikan oleh Arteria Dahlan.

"Tidak lah, tidak mungkin Republik ini akan runtuh hanya karena segelintir oknum penegak hukum harus dihukum oleh kesalahan mereka sendiri. Justru penegakan hukum itu harus dimulai dari lembaga penegak hukum itu sendiri," tegasnya.

Junimart menuturkan, tidak ada dasar maupun alasan untuk memberikan hak previlage (Istimewa) yang melarang oknum aparat penegak hukum untuk dihukum, maupun ditangkap dalam OTT. Apalagi, lanjutnya, Indonesia adalah negara hukum dan menganut asas equality before the law atau semua sama dimuka hukum.

"Secara pribadi saya katakan tidak setuju aparat penegak hukum mendapat hak previlage dalam penegakan hukum. Tidak ada dasarnya. Karena kita semua sama dimuka hukum, namanya juga penegak hukum mosok dibiarkan melanggar hukum. Ya harus diproses secara hukum dong," tandasnya.

Sebelumnya Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan menyatakan tidak setuju adanya OTT terhadap aparat penegak hukum seperti jaksa, hakim, dan polisi. Menurutnya, melakukan OTT terhadap hakim, jaksa maupun polisi tidak menjamin masalah terselesaikan.

“Bayangkan kalau polisi kalian tangkap, kalau jaksa kalian tangkap, kalau hakim kalian tangkap, runtuh Republik. Masih banyak cara-cara untuk memperbaiki mereka,” ujar Arteria dalam kunjungan kerjanya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (12/10/2021).

Arteria menegaskan bahwa pihaknya bukan membela orang yang korupsi atau menyalahgunakan wewenang, namun di negara hukum modern harus dikedepankan bagaimana menjaga marwah institusi penegak hukum itu memang betul-betul yang utama.

“Menegakan hukum dengan banyak cara. Tidak dengan melakukan perbuatan-perbuatan hukum yang justru kontraproduktif terhadap hal itu,” ujarnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P