3
Netral English Netral Mandarin
03:03 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Sarankan Anies untuk Rancang APBD 2021, Ferdinand: Supaya Ada Kerjamu untuk Jualan 2024

Sabtu, 20-Februari-2021 18:04

Ferdinand Hutahaean
Foto : SUMEKS
Ferdinand Hutahaean
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (FH) memberi saran kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk merancang APBD 2021 dalam menanggulangi banjir.

Menurut Ferdinand ada empat program yang harus dilakukan mantan Menteri Pendididkan dan Kebudayaan tersebut menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai gubernur.

"Nies, sblm kau berakhir tahun depan sbg Gubernur, coba rencanakan utk APBD 2021 program penanggulan banjir :

1. Normalisasi kali, pengerukan2. Pembangunan gorong2 besar pembuangan air dr lokasi2 banjir3. Penambahan pompa4. Pembangunan tanggul," tulis Ferdinand, di akun Twitternya, Sabtu (20/2/2021). Hal ini dikarenakan biar Anies mempunyai prestasi dan bisa dibanggakan untuk maju jadi calon presiden 2024 mendatang.

"Spy ada kerjamu utk jualan 2024," ujarnya.

Cuitan Ferdinand pun direspon berbagai komentar pro dan kontra oleh netizen. Berikut rangkumannya seperti yang terpantau Netralnews.com, Sabtu (20/2/2021).

@Kencana16127255: Ceileeee abank satu ini, anis mah paling jago bikin anggaran saking jago ny ampai bengkak tuh anggaran, maklum gub kardus 

@Inrico82084488: Pendukungnya yg suka muji2 setinggi langit ( salah satunya Rektor ) sedang TIARAP 

@AtikaFaya: 2024 dia nyapres om... Gimana kalau gandeng sampyan cawapresnya... Hehehe

@TikusDapur: Mahal boss mending1.ngecat trotoar2.ngecat genteng3.ngecat jembatan...Lebih murah dan langsung kelihatan cantiknya...

@Kartono12732862: Broo, level tanah di DKI banyak yg di bawah permukaan laut.Artinya kalau hujan di Bogor, Puncak dan Jakarta pasti SIAPAPUN GUBERNURNYA dan Presiden nya tetep banjir. Beda kalau GIANT SEA WALL di kerjakan yg peletakan batu pertama sdh dilakukan oleh MENKO, krn presdn gak penctran

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli