Netral English Netral Mandarin
02:33wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Satgas Covid-19 IDI: Tingkat Penularan Varian Delta Hampir 100 Persen dalam Satu Rumah

Rabu, 30-Juni-2021 10:40

Penularan varian Delta kian merajalela di rumah.
Foto : News
Penularan varian Delta kian merajalela di rumah.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM mengungkapkan, tingkat penularan Varian Delta hampir 100 persen di antara anggota keluarga dalam satu rumah. 

Artinya, satu orang terinfeksi, maka satu keluarga itu kemungkinan besar juga terinfeksi. 

"Delta memang hanya membutuhkan hitungan detik untuk menginfeksi. Hati-hati semua," kata Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Rabu (30/6/2021).

Prof Zubairi memberikan satu contoh kasus. Seminggu lalu, di luar negeri, tepatnya di Kota Sidney, Australia memiliki nol kasus Covid-19. Tapi saat ini mereka memberlakukan lockdown selama dua minggu karena ada 80 kasus muncul saat Varian Delta merajalela. 

"Sekali lagi, tetap pakai masker, taati prokes dan hati-hati," tegas Prof Zubairi.

Sebelumnya Prof Zubairi sempat menjelaskan bahwa transmisi cepat dari Varian Delta bukan candaan. Itu adalah hasil tracing di Australia untuk kasus-kasus baru. 

Hal itu berdasarkan penyelidikan kasus penularan yang terjadi di Bondi Junction Westfield, sebuah pusat perbelanjaan, yang menunjukkan bagaimana cepatnya penularan Varian Delta. Kasus itu yang menjadi konsern para ahli, apalagi kejadiannya tidak terjadi sekali saja di sana. 

"Makanya pejabat kesehatan Australia mengingatkan bahwa penularan virus tidak lagi butuh waktu hingga 15 menit, tapi dimungkinkan bisa dalam hitungan detik," terang Prof Zubairi.

Ahli virologi Universitas Griffith Lara Herrero mengatakan, dalam momen transmisi yang terekam di CCTV itu, virus didapati bertahan di udara cukup lama, sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi.

Transmisi kontak sekilas ini telah didukung oleh pernyataan-pernyataan beberapa tokoh. Termasuk Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan juga ahli epidemiologi dunia Eric Feigl-Ding.

"Secara global, Varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan Varian Delta ini," kata Prof Zubairi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani