Netral English Netral Mandarin
03:16wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Satgas COVID-19 Sentil Daftar Provinsi Paling Bandel Prokes, Netizen: Begitulah Warga Wan Abud

Rabu, 21-Juli-2021 08:10

Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
Foto : Covid19.go
Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap warga dan daerah yang bandel dalam menjalankan prokes Covid-19. Disebut-sebut salah satunya adalah di wilayah DKI Jakarta. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, 21 Juli 2021, banyak mengomentari keberadaan warga yang tak tertib tersebut dengan Gubernur Anies Baswedan. 

MLT: “Begitulah warga wan abud.”

Lintang Abdi: “Lah paling bandel dan ngeyelan lgi.”

M Jakie: “Kadrun yg paling baik itu kadrun kadrun yg di buang ke negara yaman & turki. Udah gak ada obat nya.”

KM Andy S: “Lha wong pimpinannya lebih banyak meninjau kuburan.”

Untuk diketahui, Satgas COVID-19 menyebut relaksasi atas pengetatan membuat warga abai terhadap protokol kesehatan. Dua provinsi disebut paling 'bandel' soal kepatuhan memakai masker dan jaga jarak.

"Relaksasi disalahartikan sebagai keadaan aman sehingga protokol kesehatan dilupakan," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (20/7/2021).

Prof Wiku menyebut, sebanyak 26 persen desa dan kelurahan di Indonesia memiliki kepatuhan yang rendah dalam hal menggunakan masker dalam sepekan terakhir. Sedangkan terkait jaga jarak, 28 persen desa dan kelurahan juga memiliki kepatuhan yang rendah.

"Restoran, permukiman warga, serta tempat olahraga publik, menjadi lokasi kerumunan yang kepatuhannya terendah," sebutnya.

Khusus di wilayah Jawa-Bali, Prof Wiku menyinggung Banten dan DKI Jakarta sebagai wilayah dengan kepatuhan yang paling rendah.

"Desa/kelurahan yang tidak patuh pakai masker paling banyak terdapat di Banten sebesar 28,57 persen," kata Prof Wiku.

"Sedangkan untuk desa kelurahan yang tidak patuh menjaga jarak, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kelurahan paling banyak yaitu 48,26 persen, atau hampir setengah kelurahan di DKI Jakarta masyarakatnya tidak patuh dalam menjaga jarak," lanjutnya dinukil detik.com.

Menurut Prof Wiku, pengawasan dan penindakan yang tegas penting dilakukan untuk menjaga kepatuhan. Untuk wilayah dengan kepatuhan rendah, butuh beberapa pertimbangan sebelum ada relaksasi, termasuk soal komitmen semua pihak.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli