Netral English Netral Mandarin
22:57wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Satgas Madago Raya Sukses Lumpuhkan Pimpinan Kelompok Teroris di Poso, Mendagri Tito Bilang Begini

Sabtu, 25-September-2021 08:22

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (24/9/2021).
Foto : Puspen Kemendagri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (24/9/2021).
8

PALU, NETRALNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Satgas Madago Raya gabungan TNI/Polri dalam menanggulangi permasalahan terorisme yang selama ini terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.

 

Apresiasi itu didapatkan setelah tim Satgas Madago Raya berhasil melumpuhkan pimpinan Daftar Pencarian Orang (DPO), Mujahidin Indonesia Timur Poso, Ali Kalora dan satu anggotanya yakni Jaka Ramadhan beberapa waktu lalu.

Tito menegaskan, bahwa tidak ada tempat untuk terorisme di Indonesia khususnya wilayah Sulawesi Tengah.

 

"Saya memberikan apresiasi itu karena memang kita Sulawesi Tengah ini harus bersih dari aksi aksi kekerasan terorisme," kata Mendagri saat kunjungan kerja di Kota Palu, Jumat (24/9/2021).

Menurut mantan Kapolri tersebut, selain TNI-Polri juga dibutuhkan kerja sama antar-seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalahan terorisme ini.

"Saya sangat apresiasi Pemda, TNI dan Polri atas kerjanya menanggulangi terorisme, doanya agar bisa segera selesai," jelasnya.

 

Ia berharap tim Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya melanjutkan tugasnya dengan memburu sisa teroris yang berada di wilayah Poso.

Saat ini, tim Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Pasca tewasnya Ali Kalora sebagai pemimpin kelompok Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso, masih ada empat DPO yang tersisa. Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Kapolda Sulawesi Tengah, irjen Pol Rudy Sufahriady mengatakan, keempat orang tersebut masih memegang senjata, dan memiliki sejumlah unit bom rakitan.

Pihak kepolisian belum dapat mendeteksi lokasi keempat orang sisa MIT Poso tersebut.

“Kekuatannya masih bersenjata, masih banyak bom, dua orang dari Bima dua orang dari Poso. Yang pasti mereka ada di pegunungan Poso, Sigi dan Parigi Moutong,” jelasnya.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli