Netral English Netral Mandarin
09:09wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Satire, Terkait Putusan Arab Saudi Soal Haji 2021, Tanya ke Rocky Gerung Saja

Senin, 14-Juni-2021 00:01

Pengamat politik Rocky Gerung.
Foto : Istimewa
Pengamat politik Rocky Gerung.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa skema haji 1442 H/2021 M hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (ekspatriat) yang saat ini tinggal di sana. 

Pemerintah Arab Saudi juga membatasi kapasitas jemaah yang bisa melaksanakan Haji 2021, yakni hanya 60.000 orang.

Keputusan ini diambil Pemerintah Arab Saudi karena pandemi virus Corona yang masih merajalela dan Kerajaan mengutamakan kesehatan dan keselamatan umat manusia.

Keputusan Pemerintah Arab Saudi itu dikomentari oleh Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) dengan menyinggung nama pengamat politik Rocky Gerung.

Lewat cuitan bernada satire di akun Twitternya, Gus Nadir menyebut jika ada yang ingin mengetahui lebih jauh soal alasan dibalik keputusan Pemerintah Arab Saudi itu, maka silahkan ditanyakan ke Rocky Gerung.

"Haji tahun ini hanya untuk yang bermukim di Saudi saja. Jadi yang dari luar Saudi, gak bisa berangkat haji," tulis Gus Nadir di akun Twitternya, @na_dirs, Sabtu (12/6/2021).

"Jangan tanya kami apa dana haji Saudi belum diaudit atau mereka kok takut sama covid bukan takut sama Allah, atau apa ini tanda kiamat. Tanya sama Rocky Gerung saja (emoji tertawa)," cuit Gus Nadir.

Seperti diketahui, nama Rocky Gerung ramai diperbincangkan netizen beberapa hari terakhir gara-gara analisanya mengenai penyebab pemerintah membatalkan pemberangkatan calon jemaah haji 2021.

Rocky berpendapat kalau pembatalan haji ada kaitannya dengan isu dana haji telah digunakan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur, masalah utang Indonesia, hingga dihubungkan dengan persoalan keuangan di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ia juga menuding ada ketidakjelasan dalam manajemen pengelolaan dana haji.

"Semuanya itu kan di belakang layar sebetulnya dan nggak diucapkan ke publik," kata Rocky Gerung dalam video berjudul 'Haji Dibatalkan, Kemana Dana Haji Dialihkan' yang tayang di kanal YouTube miliknya, Sabtu (5/6/2021).

Rocky juga menilai bahwa pemerintah Arab Saudi tengah mengevaluasi relasi politik dengan Indonesia karena sejumlah faktor, salah satunya gara-gara perlakuan pemerintah Indonesia terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Sebetulnya gak enak juga bagi Pemerintah Arab Saudi mengizinkan Habib Rizieq pulang, yang bertahun-tahun di rawat di situ, terus untuk dihukum. Kan itu semacam guilty feeling (perasaan bersalah) juga," ucap Rocky Gerung.

"Pemerintah Arab menganggap 'lah kita justru di sini menginginkan Habib Rizieq supaya jadi warga negara lagi di situ. Bukan malah dinyatakan kriminal'. Itu hal-hal yang mesti kita pahami dalam diplomasi tingkat tinggi," jelasnya.

Selain soal HRS, Rocky Gerung menyebut kalau penggunaan istilah kadrun (kadal gurun) oleh kelompok 'cebong' juga menjadi sorotan Arab Saudi.

"Lalu ada isu setiap kali orang ngomong 'kadrun, kadrun, kadal gurun, kadal gurun'. Itu kan pemerintah Arab Saudi juga perhatikan lho. Bahwa terus menerus Indonesia memakai istilah yang tidak enak, menghina itu, kenapa disebut kadal gurun dan itu terfokus pada Arab Saudi," ungkapnya.

Hal tersebut, lanjut Rocky, menunjukkan adanya relasi kebudayaan yang sedang buruk dan itu akibat ulah kelompok 'cebong.'

"Ini keadaan kita. Jadi kita jangan sekedar melihat soal dana haji, tapi di belakang itu ada relasi kebudayaan yang juga sedang buruk, terutama karena provokasi dari para cebong-cebong ini yang selalu mengkadrun-kadrunkan orang, itu hal yang buruk sebetulnya. Jadi saya kira isu utamanya kita mesti lihat ke situ," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli