Netral English Netral Mandarin
00:26wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
SBY Akhirnya Cabut Pendaftaran Merek Partai Demokrat atas Nama Pribadi, Netizen: Kalau Diterusin Tuhan Tidak Suka

Kamis, 22-April-2021 09:55

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Foto : Twitter/SBY
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut pendaftaran merek PD atas nama pribadinya. Belum diketahui alasan pencabutan merek tersebut.

Lucunya, di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis (22/4/21), hal itu ditanggapi dengan cuitan menggelitik, katanya: “Harusnya dicabut dong, kalo diterusin Tuhan tidak suka.”

Sementara sebelumnya diberitakan, sebagaimana dikutip di laman Kemenkumham (https://pdki-indonesia.dgip.go.id/), Kemenkum HAM, Rabu (21/4/2021), status pendaftaran merek itu tertulis 'DITARIK KEMBALI'. 

Sedangkan sebelumnya tertulis permohonan merek PD oleh SBY mengantongi nomor JID2021019259.

Dalam pendaftaran itu, SBY meminta PD dijadikan merek atas nama pemilik SBY untuk kelas 45, yaitu organisasi pertemuan politik.

Tidak dijelaskan dalam website Kemenkum itu alasan pencabutan pendaftaran merek oleh SBY itu.

Di sisi lain, sebelumnya Dirjen Kekayaan Intelektual Freddy Haris menyebut ada kemungkinan pihaknya menolak pendaftaran merek Partai Demokrat atas nama SBY. Freddy menyebut merek partai tidak bisa didaftarkan atas nama pribadi

"Iya, Pak SBY mendaftarkan atas nama pribadi, sebenarnya Demokrat sudah mendaftar atas nama partai, itu sama persis gitu, jadi kemungkinan ditolaknya adalah," kata Freddy saat dihubungi, Minggu (11/4/2021).

Freddy menyebut, sejauh ini, proses baru memasuki tahap pengumuman pendaftaran merek Demokrat untuk menunggu terkait ada-tidaknya komplain terkait merek tersebut.

"Iya, kan diumumkan dulu, ini kan belum diperiksa baru diumumkan saja, ada yang keberatan nggak gitu kan, kan UU merek kan kalau dulu diperiksa dulu sesudah itu diumumkan, (kalau) UU merek yang baru diumumkan dulu baru diperiksa," ucap Freddy.

Sementara itu, juru bicara PD kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, menyebut pihaknya mendapat surat terbuka dari pendiri Partai Demokrat terkait upaya SBY memiliki Partai Demokrat.

"SBY secara diam-diam sedang berusaha dengan berbagai cara memiliki Partai Demokrat atas nama pribadinya. Ini memperkuat dugaan kami bahwa SBY secara diam diam ingin merampas kepemilikan Partai Demokrat menjadi properti milik pribadinya," kata Rahmad seperti dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto