Netral English Netral Mandarin
19:00wib
Kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan adanya tren peningkatan. Polisi tidak menilang pengendara mobil-mobil mewah yang sengaja berhenti di Tol KM 02.400 Andara (Jalan Tol Depok-Antasari), Minggu (23/1/2022).
Sebanyak 10 Kelurahan di Kota Tanjungbalai Terendam Banjir

Rabu, 24-November-2021 13:31

Ilustrasi banjir merendam pemukiman warga
Foto : Istimewa
Ilustrasi banjir merendam pemukiman warga
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sebanyak 10 kelurahan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara terendam banjir pada Sabtu (20/11/2021).

Banjir terjadi akibat meluapnya hulu Sungai Asahan, Sungai Bandar Jaksa, dan Sungai Bandar Jepang, setelah hujan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungbalai mencatat, sebanyak 50 unit rumah warga terdampak dengan ketinggian muka air saat kejadian berkisar antara 10-20 sentimeter. 

Adapun sepuluh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Pulau Simardan, Bunga Tanjung, Semula Jadi, Selat Lancang, Sijambi, Pahang, Gading, Pantai Johor, Kelurahan Selat Tanjung Medan di Kecamatan Datuk Bandar Timur dan Kelurahan Sirantau di Kecamatan Datuk Bandar. 

"Tidak ada laporan warga mengungsi akibat banjir tersebut," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (24/11/2021).

Pasca kejadian, BPBD Kota Tanjungbalai telah melakukan pemantauan situasi luapan air di beberapa sungai yang ada di kawasan tersebut. Langkah tersebut diambil untuk mempersiapkan apabila ada kemungkin banjir susulan. 

"Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakuman penanganan darurat," ujar Abdul.

Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per hari Rabu (24/11/2021), air tercatat nasih menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Datuk Bandar.

Menurut prakiraan cuaca BMKG, Kota Tanjungbalai berpotensi mengalami hujan ringan sampai sedang hingga 3 hari ke depan. 

Menyikapi hal tersebut, Kepala BNPB meminta kepada pemerintah daerah khusunya BPBD untuk mempersiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan jangka pendek juga jangka panjang.

Untuk jangka pendek, Kepala BNPB meminta pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi. 

"Sementara untuk mitigasi jangka panjang, warga dan pemerintah setempat diminta untuk bisa menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya masing-masing," jelas Abdul Muhari.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi