Netral English Netral Mandarin
15:26wib
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dugaan penipuan oleh anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty. Pesawat Kepresidenan ganti warna cat dari biru langit menjadi merah putih. Pergantiam cat itu menuai pro kontra.
Gedung Pencakar Langit di China Tiba-Tiba Berguncang, Penyebabnya Masih Misterius

Kamis, 20-Mei-2021 15:05

Gedung SEG Plaza di jantung Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, China,
Foto : Shenzhen Party
Gedung SEG Plaza di jantung Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, China,
22

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Guncangan yang terjadi di salah satu gedung pencakar langit di jantung Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, China, pada Selasa (18/5/2021) siang masih misterius hingga kini.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut bagaimana otoritas setempat mengatasi guncangan di gedung tersebut, demikian laman berita lokal, Rabu (19/5).

Gedung 79 lantai itu tiba-tiba berguncang pada Selasa pukul 13.00 waktu setempat (12.00 WIB) hingga menyebabkan orang-orang di dalamnya berhamburan menyelamatkan diri.

SEG Plaza yang merupakan pusat perbelanjaan itu akhirnya ditutup total pada pukul 14.40.

Saat kejadian tidak ada catatan kegempaan, kecepatan angin 27 meter per mil pun bukan penyebab gedung tersebut bergoyang.

Sampai saat ini penyebab kejadian masih dalam penelitian dan investigasi dari berbagai pihak.

Gedung pencakar langit yang selesai dibangun pada tahun 2000 itu merupakan pusat perbelanjaan barang-barang elektronik dan perkantoran di pusat kota yang mengalami kemajuan pesat di wilayah selatan China yang berbatasan dengan Hong Kong itu.

Tayangan video di beberapa media sosial di China menunjukkan ratusan orang panik dan berlarian saat gedung tersebut berguncang dengan sendirinya.

Salah satu teori yang diunggah oleh Lu Jianxin selaku kepala teknisi China Construction Science and Industry Corp, menyebutkan bahwa fenomena langka itu akibat resonansi mekanik yang dipicu oleh gerakan eksternal.

"Jika tidak ada catatan gempa pada saat itu, bisa jadi ada frekuensi yang tidak disengaja, yaitu resonansi," ujarnya. 

Reporter :
Editor : Nazaruli