Netral English Netral Mandarin
15:12 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Sebut FPI Sarang Pembohong dan Pabrik Hoaks, DT: Mereka Ingin Hancurkan Negara dengan Berbalut Agama

Jumat, 11-December-2020 14:40

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung kembali berkomentar pedas tentang Front Pembela Islam dan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang menurutnya jadi sarang pembohong dan pabrik Hoaks terbesar di Indonesia. 

Dalam kasus kontak tembak antara Kepolisian Polda Metro Jaya yang menewaskan enam anggota laskar FPI, Dewi juga menilai mereka terus menyebarkan fitnah tentang pemerintah dan Polisi.

'FPI dan 212 Sarangnya Pembohong dan Pabrik Hoax terbesar di Indonesia.



Kelompok teroris ini menyebarkan fitnahan SAMPAH tentang Pemerintah dan Polisi 

Tujuan mereka ingin menghancurkan negara dengan berbalut Agama" tulis Dewi di akun Twitternya, Jumat (11/12/2020).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya meminta masyarkat untuk tidak mempercayai kabar dan informasi yang belum pasti kebenarannya atau hoaks.

Terkait penyerangan anggota polisi oleh anggota Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI), jadi diimbau kepada masyarakat untuk bisa mengecek terlebih dahulu terkait kebenarannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus menjelaskan, pihak kepolisian akan menindak siapapun yang menyebarkan berita hoaks atau tidak benar terkait bentrokan antara kepolisian dengan Laskar Khusus FPI.

“Jangan mengeluarkan berita-berita bohong, itu bisa dipidana nanti,” tegas Kombes Pol. Yusri Yunus, Rabu (9/12/20).

Yusri juga menuturkan bahwa siapapun yang menyampaikan berita tidak benar bisa dipidana terutama tentang informasi penyerangan anggota Polri oleh Laskar Khusus FPI.

“Ada yang bilang mereka tidak mungkin bawa senjata, tapi kami punya bukti tentang hal itu,” beber Perwira Menengah Polda Metro Jaya.

Kombes Pol. Yusri Yunus telah mengantongi bukti terkait pemilik senjata api tersebut. Walalupun tidak menyebutkan identitasnya, namun dia memberikan petunjuk kalau senajat api tersebut milik seorang anggota FPI yang meninggal dunia.

“Saya pertegas di sini bahwa senjata api kepemilikan pelaku yang melakukan penyerangan nanti kita akan kami jelaskan lagi. Ini sedang dikumpulkan investigasi, nanti akan disampaikan kalau sudah lengkap semuanya kepada seluruh teman-teman media yang ada,” tutup Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati